Data WGC, Minat Investor ASEAN Investasi Emas Batangan dan Koin Emas Tumbuh



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Minat investor di kawasan ASEAN berinvestasi di emas batangan dan koin emas masih tumbuh positif di kuartal II-2026. Ini terlihat dari laporan Gold Demand Trends Q2-2026 yang dipublikasikan World Gold Council (WGC), Jumat (31/7/2026).

WGC mencatat, sejumlah negara anggota ASEAN masih mencatatkan kenaikan permintaan emas batangan dan koin emas. Di Thailand misalnya, permintaan emas batangan dan koin emas mencapai 10,9 ton, naik 10% secara tahunan.

Menurut laporan WGC, Thailand mencatatkan kuartal kedua terkuatnya sejak 2019 karena koreksi harga emas lokal mendorong aksi beli murah. Para pelaku pasar melaporkan peningkatan partisipasi dari investor muda, bersamaan dengan minat yang kuat pada rekening tabungan emas.


Di Malaysia, permintaan emas batangan dan koin emas mencapai di kuartal II-2026 mencapai 2,5 ton. Realisasi ini melesat hingga 28% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Bursa Global Bersiap Catat Kenaikan Mingguan, Microsoft Pulihkan Optimisme Sektor AI

Jawaranya masih Indonesia. WGC menyebut, Indonesia tetap menjadi salah satu pasar dengan kinerja terkuat secara global.

Permintaan investasi emas batangan dan koin emas di kuartal II-2026 40% lebih tinggi dibanding setahun sebelumnya. Di kuartal II tahun ini, jumlahnya mencapai 14,5 ton. Setahun sebelumnya, permintaan cuma 10,4 ton.

Kenaikan ini antara lain didorong langkah pemerintah Indonesia meresmikan bisnis bullion bank, lewat peluncuran peta jalan kegiatan usaha bullion yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Tapi permintaan di Vietnam melemah. Harga lokal yang lebih rendah melemahkan sentimen dan kuota impor yang terbatas mendistorsi kondisi pasar, sehingga premi harga lokal tetap tinggi.

Baca Juga: Harga Minyak Turun Lebih dari 1% karena Peningkatan Pasokan Meski Ada Perang AS-Iran

Menurut data WGC, permintaan emas batangan dan koin emas di Vietnam mencapai 6,5 ton di kuartal II-2026. Ini lebih rendah ketimbang posisi di kuartal II-2025 yang mencapai 9,5 ton.

Kendati begitu, perlu diperhatikan juga, secara rata-rata, permintaan emas batangan dan koin emas untuk investasi di kawasan ASEAN pada kuartal II-2026 merosot dibanding di kuartal I-2026.

Di Indonesia, permintaan emas batangan dan koin investasi mencapai 23,6 ton di kuartal I-2026. Sementara di Malaysia mencapai 3,8 ton. Di Singapura, permintaan di kuartal I-2026 sebesar 3,5 ton, lebih tinggi dari di kuartal II yang sebesar 2,3 ton.

Hanya permintaan di Thailand yang masih naik tipis. Di kuartal I-2026, permintaan emas batangan dan koin emas untuk investasi di negara gajah putih ini mencapai 10 ton. Jadi realisasi di kuartal II lebih tinggi sekitar 9% secara kuartalan.