KONTAN.CO.ID - Pengalaman berbagai organisasi kelas dunia menunjukkan bahwa jawaban atas keberhasilan transformasi bisnis tidak semata-mata terletak pada penerapan teknologi mutakhir. Berbagai organisasi kelas dunia menunjukkan bahwa talenta yang kompetitif dan inovatif menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional. Tentu, inovasi ini harus dibangun dari kepemimpinan yang adaptif. Selain itu, tanpa strategi
human capital yang solid, proses transformasi bisnis justru berisiko besar stagnan. Untuk itu, perusahaan-perusahaan terbaik di tingkat global terus berinvestasi secara konsisten pada pengembangan talenta, membangun budaya belajar yang berkelanjutan, serta menciptakan pemimpin yang mampu mengelola perubahan dengan cepat. Pelajaran berharga tersebut kini menjadi semakin krusial bagi lanskap bisnis di Indonesia. Di tengah meningkatnya adopsi kecerdasan buatan atau
artificial intelligence, tantangan yang dihadapi oleh perusahaan tidak lagi sekadar memilih teknologi terbaik yang tersedia di pasar.
Tantangan utamanya adalah memastikan organisasi memiliki kesiapan yang matang untuk memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal. Tanpa strategi
human capital yang kuat, transformasi digital berpotensi menghasilkan pengeluaran investasi yang sangat besar. Namun, dampak yang dihasilkan terhadap produktivitas dan pertumbuhan bisnis jangka panjang tidak akan maksimal. Karena itulah, mempelajari praktik terbaik dari perusahaan-perusahaan global menjadi langkah yang sangat strategis bagi para pemimpin bisnis di dalam negeri. Memahami bagaimana organisasi kelas dunia membangun kepemimpinan, mengembangkan talenta, menciptakan budaya inovasi, serta meningkatkan produktivitas dapat menjadi bekal penting untuk memperkuat daya saing perusahaan di tengah kompetisi global yang semakin sengit. Kesempatan emas untuk memperoleh wawasan mendalam tersebut akan hadir dalam ajang Indonesia Human Capital & Beyond Summit 2026. Forum kolaborasi berskala nasional ini akan mempertemukan lebih dari 6.000 pemimpin bisnis, pemimpin HR, akademisi, pembuat kebijakan, hingga pakar internasional. Didukung lebih dari 70 pembicara nasional dan internasional, IHCBS 2026 dirancang sebagai ruang pertukaran praktik terbaik yang dapat langsung diadaptasi oleh organisasi di Indonesia. Salah satu tokoh dunia yang dipastikan hadir adalah Dave Ulrich, sosok yang dikenal luas sebagai Father of Modern HR dan selama lebih dari tiga dekade menjadi rujukan berbagai organisasi global dalam membangun kapabilitas organisasi, kepemimpinan, dan strategi human capital. Setelah sebelumnya hadir sebagai pembicara di Mega Session pada tahun 2024, tahun ini Dave akan kembali naik ke panggung besar forum tersebut. Perspektif Dave Ulrich mengenai kepemimpinan, kapabilitas organisasi, dan strategi talenta hingga kini masih menjadi referensi utama bagi banyak organisasi yang ingin membangun keunggulan kompetitif di era kecerdasan buatan. Selain Dave, ajang ini juga menghadirkan Brenda Sugrue, seorang pakar global di bidang
talent development dan
organizational learning yang sukses memimpin transformasi pembelajaran untuk lebih dari 260.000 karyawan EY di seluruh dunia.
Brenda juga aktif mengakselerasi peningkatan keahlian karyawan melalui program digital badging untuk kompetensi krusial seperti AI,
analytics, dan
leadership. Pengalamannya dalam membantu perusahaan membangun budaya belajar akan memberikan wawasan berharga mengenai peningkatan kompetensi SDM di tengah perubahan yang cepat. Melengkapi jajaran pembicara internasional, hadir pula Paul Choo selaku CHRO Bridgestone Asia Pacific yang merupakan pakar kepemimpinan dan transformasi organisasi di Asia. Paul akan membagikan praktik terbaik dalam membangun organisasi yang adaptif, memperkuat kolaborasi lintas fungsi, serta mengembangkan kepemimpinan yang relevan dengan tantangan bisnis masa kini. Kehadiran para pemikir global ini menjadi kekuatan utama acara, karena tidak hanya menghadirkan teori melainkan pengalaman nyata dan studi kasus dari organisasi kelas dunia dalam menghadapi disrupsi. Bagi perusahaan Indonesia, wawasan dan praktik terbaik yang dibagikan para pemikir global ini menjadi peluang untuk mempercepat transformasi organisasi, meningkatkan produktivitas, serta membangun daya saing yang lebih kuat di era AI. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News