Banyak Baca, Banyak Tahu. Begitu bunyi
tagline Kurio. Dan, untuk banyak baca berita khususnya melalui ponsel cerdas, sekarang orang enggak perlu banyak buka situs berita. Cukup buka satu saja: Kurio, aplikasi berita. Saban hari, aplikasi besutan Kurio Inc ini menyaring beragam artikel berita, dan memberikan rekomendasi terbaik dari topik pilihan. Sejak resmi meluncur pada 30 September 2014 lalu, Kurio sudah diunduh lebih dari 700.000
download.
Dari tangan David Wayne Ika, Kurio lahir. Pendiri sekaligus
Chief Executive Officer (CEO) Kurio Inc ini bilang, kelahiran aplikasi berita tersebut berawal dari pengalaman pribadinya yang gemar membaca berita untuk keperluan riset. Awalnya, pria kelahiran Jakarta, 25 Februari 1981, ini memanfaatkan aplikasi pemilah berita seperti Kurio tapi buatan luar negeri. Alhasil, semua isi konten dan sumber berita pun berasal dari luar negeri dan menggunakan bahasa Inggris. Nah, karena merasakan banyak manfaat dari aplikasi-aplikasi berita selama ini, maka timbul ide dari kepala David untuk membuat aplikasi sejenis dengan isi konten yang 100% Indonesia. Artinya, isi konten maupun sumber berita berasal dari Indonesia dan menggunakan Bahasa Indonesia. "Tujuannya, agar masyarakat kita mampu mendapatkan berita dan informasi dengan mudah dan cepat melalui
smartphone," kata jebolan Pensacola Christian College, Florida, Amerika Serikat (AS) ini. Selain itu, David mengungkapkan, Kurio lahir dari keinginannya untuk mengembalikan internet pada fitrah atawa fungsinya yang ideal. Sebab, selama ini ia melihat pertumbuhan akses internet yang kian tinggi plus
smartphone yang juga makin pesat tidak diimbangi dengan pemakaian yang benar-benar berguna. Pertumbuhan akses internet dan penggunaan ponsel pintar masih digunakan sebatas untuk hal-hal seputar hiburan, games, atau mengakses media sosial. Padahal, fungsi dan kegunaan internet yang sesungguhnya adalah akses terhadap informasi yang tidak terbatas. "Di situ saya melihat ada misi yang bisa jadi akar dari produk Kurio," ujar
Director of Product & Business Merah Putih Inc, inkubator bisnis, ini. Nah, menurut David, yang paling dibutuhkan negara kita saat ini ialah generasi muda yang makin banyak pengetahuan, berwawasan luas, dan punya pemikiran hebat. Sehingga, mereka bisa lebih produktif serta memiliki informasi yang lengkap guna membantu kehidupan juga pekerjaannya. "Dan, semua itu berangkat dari informasi yang mereka dapatkan dan konsumsi setiap harinya lewat Kurio," ucapnya. Tambah konten Berawal dari ide untuk menghadirkan aplikasi berita yang 100% Indonesia, David bersama beberapa
engineer di Merah Putih memulai proyek internal, dengan iseng-iseng mengeksplorasi desain
mobile apps yang cocok. Proyek iseng-iseng ini dimulai Juli 2013 silam. Lalu, David menghubungi CyberAgent Ventures, perusahaan modal ventura asal Jepang, untuk
sharing mengenai ide dan rencana aplikasi tersebut. David bersama timnya diberi waktu tiga bulan untuk menyelesaikan aplikasi itu. Pengerjaan aplikasi secara serius ini berlangsung selama Oktober–Desember 2013. Setelah tiga bulan, ia menunjukkan
prototype Kurio yang waktu itu belum diberi nama ke CyberAgent Ventures yang punya kantor perwakilan di Indonesia. Hasilnya, CyberAgent Ventures langsung memutuskan berpartisipasi di pendanaan seri A, dan kemudian meluncurlah Kurio awal 2014 lalu meski statusnya masih beta. Baru pada 30 September 2014, Kurio secara resmi
launching. Kurio pun jauh lebih dari sekadar pembaca berita. Aplikasi ini menawarkan lebih, yaitu
user atau pengguna bisa mendapat kumpulan informasi, artikel dari berbagai topik yang
non-news. Sehingga, topik-topik bukan berita ini berguna bagi kehidupan pribadi maupun profesional pengguna dengan latar belakang dan pekerjaan mereka masing-masing. Meski sudah meluncur hampir dua tahun, bukan berarti Kurio tidak menemui kendala. David menyebutkan, tantangan terbesar adalah di sumber daya manusia (SDM) lantaran Kurio tidak akan berhenti berekspansi. Masalahnya, Indonesia saat ini kekurangan
software engineer. Dus, rekrutmen SDM khususnya
software engineer masih menjadi fokus utama dari manajemen Kurio. Tapi, David dan tim Kurio punya cara mengatasi kelangkaan
software engineer ini. Ia berfokus pada tiga area:
fresh graduate dari kampus dalam negeri, komunitas
software developer di tanah air, dan terus mempromosikan visi misi perusahaan serta
sharing mengenai
technology stack yang digunakan Kurio. Harapannya,
software engineer akan tertarik bergabung di Kurio. “Selain itu, kami juga aktif mengunjungi kampus-kampus yang memiliki fakultas atau konsentrasi
computer science untuk
sharing, dan membuka banyak lowongan
intership (magang) untuk makin mengenali talenta-talenta
technical di Indonesia,” ungkap mantan CEO www.lintas.me, sekarang LintasBerita.com. Soal konten, Kurio sedang melakukan eksplorasi berbagai macam bentuk format konten dengan mempersiapkan
tools untuk membantu
publisher dan
content creator. Sehingga, mereka bisa membuat dan menyajikan konten dengan format yang terbaik dan interaktif ke
user atawa pengguna. Isi konten dari Kurio, David mengatakan, masih berfokus di konten berita. Tapi, sesuai dengan visi dan misi, ke depan Kurio akan melanjutkan pengembangan platform agar mampu menyediakan jenis yang lebih beragam dalam bentuk, format, dan kategori konten kepada pengguna. Kontennya kelak lebih beragam. Hanya, jika dilihat konten yang ada saat ini, sebetulnya Kurio sudah tergolong lengkap. Pasalnya, konten yang ada mencakup
top stories yang berisikan berita-berita yang menjadi
headline atau berita-berita yang paling banyak diakses. Kemudian, konten lain mencakup topik bisnis, keuangan dan pasar modal, wirausaha, selebriti, bola, teknologi, otomotif, dan artikel-artikel tentang gaya hidup serta perjalanan. Seleksi berita-berita ini dilakukan dengan menggunakan
algorithm ranking dan
scoring system untuk mencarikan konten paling diminati pembaca saat tersebut. Selain itu, seleksi berita juga dilakukan oleh tim kurasi yang terus memantau dashboard Kurio untuk memastikan Kurio tidak melewatkan konten berkualitas. David menuturkan, Kurio akan terus melakukan eksplorasi dan pengembangan teknologi yang intinya akan membantu pengguna mendapatkan dan mengumpulkan konten dari internet lebih mudah dan intuitif. Peran teknologi
artificial intelligent (AI) akan semakin dominan dalam mencocokkan minat pengguna Kurio dengan konten lainnya yang disajikan dan direkomendasikan secara lebih intuitif kepada pengguna. Yang tidak kalah penting adalah, David menegaskan, pengembangan dari segi kecepatan aplikasi. "Ini akan selalu menjadi fokus kami supaya
user lebih mudah menggunakan
app kami dan irit kuota internet data. Aplikasi kami akan semakin cepat dan ringan supaya
user tidak boros paket data internet,” tegas David. Ke luar negeri Kini, Kurio tengah menatap masa depan dengan mulai menargetkan laba mulai tahun 2019 mendatang. Target ini muncul tatkala Kurio menerima suntikan dana dari investor asal Jepang yakni Gunosy. Tahun ini Gunosy mengucurkan dana sebesar US$ 5 juta untuk pengembangan Kurio. "Kami tidak ingin menjadi
start-up besar tapi cuma bakar uang dan tak menghasilkan laba," ungkap David yang bekas
country manager FJ Benjamin Indonesia ini. Karena target jangka panjang adalah mengantongi keuntungan, Kurio pun mengambil ancang-ancang dengan menerapkan tiga jurus.
Pertama, meluncurkan iklan aplikasi yang akan beroperasi akhir 2016.
Kedua, menambah konten lain selain berita. Konten tambahan ini meluncur 2017 nanti.
Ketiga, mengeluarkan fitur berbayar. Cuma, fitur ini belum akan hadir dalam waktu dekat. Tahun ini Kurio menyiapkan dana US$ 2 juta untuk program pemasaran. Misalnya, untuk belanja iklan
online ke penyedia konten semacam Google, Facebook, atau Kaskus. Iklan ke media televisi baru dilakukan Kurio tahun depan. Selain pasar domestik, Kurio juga ingin memasarkan produknya ke Thailand, Vietnam, dan Myanmar mulai tahun depan. Soalnya, ketiga negara ini punya karakteristik yang mirip dengan Indonesia, yaitu populasi cukup padat dan pertumbuhan akses internet pesat. David memastikan, untuk jangka waktu dekat dan menengah yakni 2016 dan 2017, ia dan timnya akan lebih fokus memastikan Kurio bisa menjadi "rumah" penyajian konten yang baik dan berguna bagi
user. Lalu, memudahkan konten partner dan konten
creator untuk menyebarkan kontennya ke jumlah pembaca yang lebih luas lagi, terutama dalam konteks
mobile native app. Meski sudah diunduh lebih dari 700.000
download, Kurio tidak terlalu fokus pada jumlah unduhan. Mereka bakal fokus pada pemantauan pengguna aktif per hari, per minggu, dan per bulan. "Dengan begitu, akan terlihat seberapa aktif penguna Kurio," tambah David. Tujuan mengembalikan internet pada fitrah atawa fungsinya yang ideal pun tercapai. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News