KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan kredit konsumsi perbankan mulai kehilangan momentum di tengah pemulihan daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya kuat. Meski masih tumbuh positif, laju kredit konsumsi pada Juni 2026 tercatat melambat dibandingkan bulan sebelumnya. Berdasarkan Analisis Perkembangan Uang Beredar Bank Indonesia (BI), kredit konsumsi pada Juni 2026 tumbuh 5,7% secara tahunan, sedikit lebih rendah dibandingkan 5,8% secara year on year (yoy) pada Mei 2026. Bank Indonesia mencatat, pertumbuhan kredit konsumsi masih ditopang oleh kredit pemilikan rumah dan apartemen (KPR/KPA) dan kredit multiguna. Pada Juni 2026, KPR/KPA tumbuh 4,4% yoy dan kredit multiguna 8,3% yoy. Sebaliknya, kredit kendaraan bermotor masih terkontraksi 9,9% yoy. Baca Juga: Kontribusi Bancassurance Baru 3% ke Premi Asuransi Umum, Ini Penyebabnya Dalam paparan publik kuartal II-2026, PT Bank Mandiri Tbk membukukan portofolio kredit konsumsi sebesar Rp 125 triliun atau tumbuh 1,39% yoy. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kredit pemilikan rumah (KPR) yang naik 4,34% yoy dan kartu kredit sebesar 7,62% yoy. Sebaliknya, kredit kendaraan bermotor masih turun 19,2% yoy. Direktur Risk Management Bank Mandiri Danis Subyantoro mengatakan, perseroan memastikan pertumbuhan kredit berjalan seiring dengan kualitas aset yang tetap terjaga. "Kami memastikan pertumbuhan kredit selalu berjalan beriringan dengan kualitas aset yang terjaga. Prinsip kehati-hatian inilah yang menjaga akselerasi bisnis tetap sehat dan berkelanjutan dalam jangka panjang," ujar Danis. Sementara itu, dalam paparan kinerja semester I 2026, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mencatat kredit perumahan tumbuh 4,8% yoy menjadi Rp 332,88 triliun per Juni 2026. Pertumbuhan itu terutama ditopang oleh KPR subsidi yang naik 8,1% yoy menjadi Rp 196,96 triliun.
Daya Beli Belum Pulih, Kredit Konsumsi Perbankan Tumbuh Melambat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan kredit konsumsi perbankan mulai kehilangan momentum di tengah pemulihan daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya kuat. Meski masih tumbuh positif, laju kredit konsumsi pada Juni 2026 tercatat melambat dibandingkan bulan sebelumnya. Berdasarkan Analisis Perkembangan Uang Beredar Bank Indonesia (BI), kredit konsumsi pada Juni 2026 tumbuh 5,7% secara tahunan, sedikit lebih rendah dibandingkan 5,8% secara year on year (yoy) pada Mei 2026. Bank Indonesia mencatat, pertumbuhan kredit konsumsi masih ditopang oleh kredit pemilikan rumah dan apartemen (KPR/KPA) dan kredit multiguna. Pada Juni 2026, KPR/KPA tumbuh 4,4% yoy dan kredit multiguna 8,3% yoy. Sebaliknya, kredit kendaraan bermotor masih terkontraksi 9,9% yoy. Baca Juga: Kontribusi Bancassurance Baru 3% ke Premi Asuransi Umum, Ini Penyebabnya Dalam paparan publik kuartal II-2026, PT Bank Mandiri Tbk membukukan portofolio kredit konsumsi sebesar Rp 125 triliun atau tumbuh 1,39% yoy. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kredit pemilikan rumah (KPR) yang naik 4,34% yoy dan kartu kredit sebesar 7,62% yoy. Sebaliknya, kredit kendaraan bermotor masih turun 19,2% yoy. Direktur Risk Management Bank Mandiri Danis Subyantoro mengatakan, perseroan memastikan pertumbuhan kredit berjalan seiring dengan kualitas aset yang tetap terjaga. "Kami memastikan pertumbuhan kredit selalu berjalan beriringan dengan kualitas aset yang terjaga. Prinsip kehati-hatian inilah yang menjaga akselerasi bisnis tetap sehat dan berkelanjutan dalam jangka panjang," ujar Danis. Sementara itu, dalam paparan kinerja semester I 2026, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mencatat kredit perumahan tumbuh 4,8% yoy menjadi Rp 332,88 triliun per Juni 2026. Pertumbuhan itu terutama ditopang oleh KPR subsidi yang naik 8,1% yoy menjadi Rp 196,96 triliun.