Daya Beli Terganggu: MUF Waspadai Pembiayaan Kendaraan 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mandiri Utama Finance (MUF) mewaspadai masih adanya tantangan dari ketidakpastian ekonomi domestik maupun global, sehingga daya beli masyarakat terhadap pembelian kendaraan bisa saja terganggu. Ujungnya, dapat memengaruhi kinerja pembiayaan pada tahun ini. 

"Sebenarnya yang akan berpengaruh ke pembiayaan pasti dari daya beli. Apalagi industri otomotif, karena kami bergeraknya di pembiayaan kendaraan bermotor, sehingga industri otomotif pasti berpengaruh," ucap Plt Direktur Utama MUF Dapot Parasian Sinaga saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (5/3/2026).

Dapot bilang, kondisi tersebut juga yang memengaruhi pembiayaan kendaraan pada 2025. Dengan demikian, membuat pembiayaan kendaraan menjadi tertekan.


"Meskipun demikian, MUF tetap mencermati perkembangan pasar ke depan agar pertumbuhan pembiayaan dapat berjalan secara berkelanjutan," katanya lagi kepada Kontan, Minggu (1/3/2026).

Baca Juga: Ini Strategi Gadai ValueMax Capai Pertumbuhan Pembiayaan 227% pada 2026

Meski ada tantangan, MUF tetap optimistis pembiayaan kendaraan dapat menunjukkan kinerja yang lebih baik tahun ini, jika dibandingkan tahun sebelumnya. Dapot melihat peluang pertumbuhan tetap terbuka, seiring kebutuhan kendaraan yang masih menjadi prioritas bagi masyarakat, baik untuk keperluan mobilitas maupun aktivitas produktif. 

"Apalagi menjelang Lebaran, biasanya permintaan kendaraan cenderung meningkat karena kebutuhan perjalanan bersama keluarga," tuturnya.

Untuk mendorong kinerja pembiayaan kendaraan sepanjang tahun ini, dia bilang MUF akan terus memperkuat kerja sama dengan jaringan dealer dan menghadirkan berbagai program pembiayaan yang menarik.

"Selain itu, MUF juga memanfaatkan sinergi dengan ekosistem Mandiri Group guna menjangkau nasabah dengan profil risiko yang baik, sehingga pertumbuhan pembiayaan dapat tetap terjaga," ucap Dapot.

Terkait kinerja, Dapot menerangkan penyaluran pembiayaan kendaraan MUF tercatat tumbuh sebesar 17,2% secara Year on Year (YoY) per Januari 2026. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News