Daya Beli Tertekan, Allianz Ungkap Tantangan Bisnis Agen Asuransi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kanal keagenan masih menjadi salah satu strategi penting Allianz Indonesia dalam memperluas jangkauan perlindungan asuransi di tengah tantangan daya beli masyarakat dan rendahnya tingkat literasi asuransi.

Chief Agency Officer PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life) Himawan Purnama mengatakan, kanal keagenan memiliki peran penting dalam membuka akses perlindungan asuransi kepada masyarakat.

Meski demikian, ia menyebut kanal keagenan masih menghadapi sejumlah tantangan. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), pertumbuhan kanal keagenan hanya mencapai 3,1% pada semester I-2026. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kanal bancassurance yang mencapai 17,9%.


Menurut Himawan, salah satu tantangan yang dihadapi tenaga agen asuransi berkaitan dengan karakteristik masyarakat yang menjadi target layanan. Secara umum, agen melayani kelompok masyarakat kelas menengah yang turut menghadapi tekanan daya beli dan kondisi ekonomi.

Baca Juga: Bank Mandiri Terbitkan Perpetual Bond US$ 750 Juta, Ekonom Soroti Likuiditas & CAR

"Kondisi tersebut turut membuat masyarakat semakin selektif dalam mengelola pengeluaran dan mengambil keputusan keuangan, termasuk dalam pembelian proteksi," ujarnya kepada Kontan, Jumat (11/9/2026).

Selain tekanan daya beli, rendahnya tingkat literasi asuransi juga menjadi tantangan tersendiri. Kondisi tersebut membuat peran agen tidak hanya berfokus pada aktivitas penjualan, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya perlindungan finansial.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Allianz Life tetap menempatkan kanal keagenan sebagai salah satu pilar utama distribusi perusahaan. Allianz Indonesia terus meningkatkan kualitas dan kapabilitas tenaga pemasar agar dapat memberikan layanan serta rekomendasi solusi perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah.

Untuk mendukung pengembangan tenaga pemasar, Allianz Life secara konsisten meningkatkan kompetensi melalui Allianz Sales Academy (ASA). Program ini menyediakan pembelajaran dan pengembangan secara berkelanjutan bagi tenaga pemasar di berbagai kanal distribusi.

Baca Juga: OJK Atur Penyeragaman Nama Unitlink Sesuai Subdana di RPOJK PAYDI,Ini Kata Prudential

Pengembangan tersebut turut didukung pemanfaatan Learning Management System (LMS), sehingga agen dapat mengakses berbagai materi pelatihan secara digital kapan saja dan di mana saja.

Selain pengembangan kompetensi tenaga pemasar, Allianz Life juga terus mengembangkan kapabilitas proses bisnis berbasis digital. Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi aktivitas penjualan sekaligus mendukung kualitas layanan kepada nasabah.

Ke depan, Allianz Indonesia optimistis kanal keagenan masih memiliki ruang untuk tumbuh. Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan finansial dinilai dapat menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan kanal tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News