KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Daya Intiguna Yasa Tbk (
MDIY) alias MR.D.I.Y mempertahankan strategi harga produk di tengah kenaikan biaya bahan baku dan ketidakpastian ekonomi global untuk menjaga pertumbuhan kinerja pada 2026. Industri ritel saat ini menghadapi tekanan dari kenaikan harga energi, lonjakan harga bahan baku plastik, volatilitas nilai tukar rupiah, hingga gangguan rantai pasok global. Di tengah tantangan tersebut, MDIY membukukan pendapatan Rp 2,4 triliun pada kuartal I-2026. Angka ini tumbuh 31% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi
bottom line, laba bersih MDIY juga meningkat 35,5% secara tahunan menjadi Rp 306,5 miliar hingga akhir Maret 2026.
Baca Juga: Masuk Fase Ekspansi, AATI Tingkatkan Standar Sertifikasi Analis Teknikal Direktur & Chief Financial Officer MR.D.I.Y. Indonesia Rika Juniaty Tanzil mengatakan, MDIY masih melihat peluang pertumbuhan meski dinamika ekonomi global masih berlangsung. “Secara keseluruhan, kami optimistis bahwa kinerja
top line maupun
bottom line dapat terus tumbuh secara positif di 2026," jelasnya pada Selasa (26/5/2026). Menurut Rika, strategi utama MDIY saat ini adalah mempertahankan program “Harga Tetap Sama” agar produk tetap terjangkau bagi konsumen. MDIY menilai strategi tersebut ditopang kondisi keuangan yang sehat. Hingga kuartal I-2026,
gearing ratio MDIY tercatat sebesar 0,3 kali. Selain itu, jaringan lebih dari 1.300 toko di seluruh Indonesia memberikan efisiensi rantai pasok dan meningkatkan daya tawar MDIY terhadap pemasok. “Kemampuan MR.D.I.Y. menghadirkan ‘Harga Tetap Sama’ ditopang dengan ketahanan operasional yang solid, seiring kinerja positif perusahaan sepanjang kuartal I-2026," jelas Rika.
Rika bilang, manajemen MDIY akan terus memantau perkembangan ekonomi. Namun, faktor keterjangkauan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan MDIY. Menurutnya, peritel yang mampu menjaga relevansi produk, menjalankan operasional secara disiplin, dan menawarkan nilai yang konsisten akan memiliki posisi lebih kuat untuk bertumbuh. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News