DAYA optimistis bisnis gerai Watsons tumbuh 24%



JAKARTA. Banyaknya pelaku ritel yang mengeluh adanya penurunan daya beli rupanya tidak sampai menggoyang bisnis PT Duta Intidaya Tbk (DAYA). Emiten pemilik gerai ritel farmasi dan kosmetik tersebut mengaku tetap optimistis pertumbuhan di sektor tersebut akan tetap tinggi.

Sukarnaen Suwanto, Direktur Pengembangan Bisnis DAYA mengatakan, saat ini pasar Indonesia sangat potensial. Dengan PDB dan pendapatan per kapita yang terus meningkat membuat ke depan potensi bisnis di sektor ini masih akan naik. 

"Travel akan meningkat, industri-industri yang menyangkut kesehatan dan kecantikan juga meningkat. Karena ke depan orang akan lebih peduli ke kesehatan dan kecantikan," ujarnya kepada KONTAN, Kamis (3/8).


Menurutnya penurunan daya beli yang dikeluhkan banyak pengusaha bukan karena masyarakat menahan konsumsi atawa pengeluaran, melainkan adanya perubahan metode pengeluaran. Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan inovasi dan ekspansi untuk meningkatkan penjualan. 

Sejalan dengan pendapatan per kapita yang meningkat, masyarakat dengan sendirinya meningkatkan permintaan atau belanja dari yang sifatnya pokok ke yang sekunder. "Termasuk pada produk kesehatan dan kecantikan serta travel," lanjutnya.

Apalagi Watsons bermain sektor ritel yang lebih spesifik. Dengan menyasar 60% segmen wanita dengan rentang usia 15-35 tahun, perusahaan ini yakin pertumbuhan bakal terus dirasakan. Secara rerata, dalam 4 tahun terakhir the compound annual growth rate (CAGR) pendapatan perusahaan ini menyentuh 24%.

"Kami tahun ini pasti mengincar (pertumbuhan) double digit. Sampai Maret 2017 pertumbuhan toko yang sama itu naik 29% dibandingkan sebelumnya," lanjutnya.

Menurutnya saat ini pertumbuhan traffic dan basket size di gerai Watsons cukup menggembirakan. Salah satunya adalah adanya perpindahan orang yang berbelanja di gerai-gerai besar ke gerai yang lebih kecil dan spesifik. Oleh karenanya, dirinya yakin perusahaan bisa memaintain pertumbuhan 24% setiap tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Rizki Caturini