KONTAN.CO.ID - Karawang, 27 April 2026 – Komitmen terhadap transisi energi dan implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di sektor industri kembali diperkuat melalui kolaborasi strategis antara Dayabumi Energi dengan PT Anvita Pharma Indonesia (Anvita) dan PT Etana Biotechnologies Indonesia (Etana). Kerja sama ini diwujudkan dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap dengan total kapasitas mencapai 1 MWp, yang dibangun secara bertahap di fasilitas produksi kedua perusahaan. Langkah ini menjadi salah satu contoh konkret bagaimana sektor industri, khususnya farmasi dan bioteknologi, mulai mengintegrasikan strategi keberlanjutan ke dalam operasional inti mereka. Sebagai perusahaan dengan standar internasional, Anvita dan Etana memiliki kebutuhan tinggi terhadap keandalan energi, konsistensi operasional, serta kepatuhan terhadap standar CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) dan keselamatan yang ketat. Hal ini menjadikan implementasi energi terbarukan sebagai tantangan teknis sekaligus peluang strategis. Pada tahap pertama, Dayabumi Energi telah berhasil menyelesaikan pembangunan PLTS di fasilitas produksi Anvita. Proyek ini menjadi sorotan karena dilakukan di lingkungan industri dengan tingkat sensitivitas tinggi, di mana proses produksi beroperasional non-stop dan harus memenuhi standar CPOB dan keselamatan yang ketat.
Dayabumi Energi Perkuat Implementasi ESG Melalui Proyek PLTS Bersama Anvita dan Etana
KONTAN.CO.ID - Karawang, 27 April 2026 – Komitmen terhadap transisi energi dan implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di sektor industri kembali diperkuat melalui kolaborasi strategis antara Dayabumi Energi dengan PT Anvita Pharma Indonesia (Anvita) dan PT Etana Biotechnologies Indonesia (Etana). Kerja sama ini diwujudkan dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap dengan total kapasitas mencapai 1 MWp, yang dibangun secara bertahap di fasilitas produksi kedua perusahaan. Langkah ini menjadi salah satu contoh konkret bagaimana sektor industri, khususnya farmasi dan bioteknologi, mulai mengintegrasikan strategi keberlanjutan ke dalam operasional inti mereka. Sebagai perusahaan dengan standar internasional, Anvita dan Etana memiliki kebutuhan tinggi terhadap keandalan energi, konsistensi operasional, serta kepatuhan terhadap standar CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) dan keselamatan yang ketat. Hal ini menjadikan implementasi energi terbarukan sebagai tantangan teknis sekaligus peluang strategis. Pada tahap pertama, Dayabumi Energi telah berhasil menyelesaikan pembangunan PLTS di fasilitas produksi Anvita. Proyek ini menjadi sorotan karena dilakukan di lingkungan industri dengan tingkat sensitivitas tinggi, di mana proses produksi beroperasional non-stop dan harus memenuhi standar CPOB dan keselamatan yang ketat.