DayTrans Tambah Armada EV, WEHA Bidik Pertumbuhan 10%-15% di 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  PT WEHA Transportasi Tbk (WEHA) melanjutkan strategi ekspansi di semester kedua tahun ini. Salah satunya penambahan armada kendaraan listrik alias electric vehicle (EV) untuk operasional antarkota DayTrans. Sebelumnya, Daytrans baru saja melakukan ekspans dengan menghadirkan shuttle EV Farizon SuperVan sebanyak 8 unit untuk rute Jakarta-Semarang dan Jakarta-Cilegon, masing-masing sebanyak 4 unit sejak Senin, 10 Agustus 2026.

Direktur Utama WEHA, Andrianto Putera Tirtawisata menyatakan jika ketahanan operasional kendaraan ini dinilai baik, perusahaan menargetkan penambahan hingga 30 unit pada akhir tahun.

Baca Juga: Bridgestone Indonesia Resmikan TOMO Signature Pertama di Jawa Timur “Di semester kedua ini, Daytrans berencana mengoptimalkan penggunaan armada Farizon EV Supervan untuk menekan fixed cost seiring meningkatnya volume operasional,” ungkap Andrianto, kepada Kontan, belum lama ini.


Pada lini usaha bus pariwisata, ekspansi difokuskan pada rencana perluasan penetrasi pelanggan ke sektor dengan kebutuhan transportasi rutin, seperti minyak dan gas serta kawasan permukiman. Terkait penambahan armada, Andrianto menyebut, strategi ini akan dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan kelayakan investasinya ke depan. Oleh karena itu, sambil memantau situasi, perusahaan akan terus  mengoptimalkan utilisasi armada saat ini melalui sinergi antar lini White Horse, DayTrans, dan Explorer.ID. “Terutama untuk kebutuhan perjalanan perusahaan, outing, gathering, dan wisata,” terangnya. Di sisi lain, untuk menangkap peluang pertumbuhan demand transportasi darat di paruh kedua, WEHA akan mengoptimalkan rute-rute gemuk yang menjadi favorit pelanggan dengan menambah jumlah armada yang beroperasi di rute tersebut.

Selain itu untuk mendongkrak pemasaran, DayTrans juga menghadirkan beberapa kerja sama dengan beberapa merchant serta brand produk tertentu dan diskon pembelian tiket melalui platform online booking DayTrans.  

“Untuk lini bus pariwisata White Horse adalah tetap mempertahankan kualitas layanan, keselamatan, dan keandalan armada sebagai pembeda utama White Horse dengan brand lain,” ucapnya. Dengan berbagai strategi yang dijalankan, perusahaan masih berupaya mengejar pertumbuhan kinerja sebesar 10%-15% hingga akhir 2026. Menurutnya, perusahaan ini tidak mengejar pertumbuhan pendapatan yang agresif, namun lebih berfokus memperbaiki margin perusahaan.

Baca Juga: Industri Baja Tertekan Kenaikan Harga Minyak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News