KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank DBS Indonesia memperluas layanan wealth management dengan menggandeng PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi). Melalui kerja sama ini, kedua institusi menghadirkan layanan referral Pengelolaan Dana Nasabah Individu (PDNI) atau Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) berdenominasi dolar Singapura (SGD) bagi nasabah affluent dan high net worth. Kolaborasi ini mengombinasikan kapabilitas riset global DBS Group dengan keahlian pengelolaan aset Mandiri Investasi untuk menghadirkan strategi investasi yang disesuaikan dengan profil risiko, tujuan investasi, dan kebutuhan diversifikasi setiap nasabah.
Director of Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia Melfrida Gultom mengatakan, peluncuran layanan tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan menghadirkan solusi pengelolaan kekayaan yang lebih personal di tengah dinamika pasar global. "Peluncuran referral PDNI/KPD berdenominasi SGD ini merupakan wujud komitmen kami untuk menghadirkan all-weather solutions crafted for each individual, memberikan kesempatan bagi nasabah untuk mendiversifikasi aset dalam mata uang SGD dan mengoptimalkan potensi yang ditawarkan kurs SGD sehingga portofolio menjadi lebih resilien menghadapi berbagai kondisi pasar," ujar Melfrida dalam keterangan resmi, Rabu (12/8/2026).
Baca Juga: Dana Kelolaan Nasabah Kaya Bank DBS Naik 13% yoy Juni2026 di Tengah Volatilitas Pasar Menurutnya, pengelolaan kekayaan saat ini tidak lagi hanya menyediakan akses terhadap produk investasi, tetapi juga menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masing-masing nasabah melalui pendekatan berbasis riset pasar (insight-driven wealth management). Melfrida menilai, diversifikasi portofolio menjadi semakin penting di tengah ketidakpastian ekonomi global. Mengacu pada DBS CIO Insights 3Q26, peluang investasi masih tersedia secara selektif di berbagai kelas aset, sementara kawasan Asia dinilai tetap memiliki prospek pertumbuhan yang menarik. Dalam konteks tersebut, dolar Singapura dinilai masih memiliki peran penting sebagai salah satu mata uang utama di kawasan Asia, didukung fundamental ekonomi Singapura yang kuat, stabilitas kebijakan moneter, serta posisinya sebagai pusat keuangan regional. Melalui skema referral tersebut, nasabah Bank DBS Indonesia yang memiliki simpanan dalam mata uang SGD dapat mengakses layanan PDNI/KPD yang dikelola Mandiri Investasi sebagai manajer investasi. Nasabah memberikan mandat kepada Mandiri Investasi untuk mengelola dana sesuai profil risiko, tujuan investasi, dan ketentuan yang disepakati dalam kontrak. Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi Hardiyanto Pilia mengatakan, kolaborasi tersebut akan memperluas pilihan solusi investasi bagi nasabah yang ingin mendiversifikasi portofolio dalam mata uang asing.
Baca Juga: DBS Indonesia Geber Bisnis Wealth Management, Dana Kelolaan Tumbuh 7% Per Mei 2026 "Kami menyambut baik kolaborasi strategis dengan Bank DBS Indonesia dalam menghadirkan layanan referral PDNI/KPD berdenominasi SGD," ujarnya. Kolaborasi ini disebut, menggabungkan keahlian pengelolaan dana dari Mandiri Investasi dengan kapabilitas wealth management Bank DBS Indonesia untuk memberikan solusi yang dikelola secara profesional, terdiversifikasi, dan disesuaikan dengan mandat investasi serta profil risiko masing-masing nasabah. Melalui layanan tersebut, nasabah dapat mengakses strategi investasi yang mencakup tiga kelas aset utama, yakni fixed income melalui portofolio obligasi, equity pada saham-saham berkapitalisasi besar (large cap), serta commodity melalui instrumen emas sebagai alternatif diversifikasi. DBS menyebut strategi tersebut memberikan fleksibilitas bagi nasabah dalam menyusun portofolio investasi sekaligus mendukung pengelolaan kekayaan jangka panjang di tengah dinamika pasar.
Selain menghadirkan solusi investasi, Bank DBS Indonesia juga melengkapi layanan wealth management dengan riset dan market insights dari DBS Group untuk membantu nasabah mengambil keputusan investasi yang lebih terinformasi. Sementara itu, Mandiri Investasi saat ini mengelola dana kelolaan lebih dari Rp62 triliun per Juli 2026. Melalui kolaborasi ini, kedua institusi berharap dapat membantu nasabah menangkap peluang pertumbuhan jangka panjang sekaligus memperkuat diversifikasi portofolio di tengah ketidakpastian pasar global.
Baca Juga: DBS Indonesia Sebut Persaingan Bisnis Wealth Management di Indonesia Makin Ketat Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News