KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank DBS Indonesia menilai keunggulan kompetitif bisnis maupun individu di tengah ketidakpastian ekonomi global kini tidak lagi semata ditentukan oleh akses pembiayaan. Kemampuan membaca arah ekonomi, memahami risiko, dan mengambil keputusan secara cepat disebut menjadi faktor yang semakin menentukan pertumbuhan. Presiden Direktur Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong mengatakan, peran perbankan saat ini telah bergeser dari sekadar penyedia dana menjadi mitra strategis yang membantu nasabah memahami perubahan pasar dan menangkap peluang bisnis.
"Perbankan telah berevolusi menjadi lebih strategis, tidak hanya sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga sebagai mitra tepercaya yang membantu nasabah memahami perubahan dan menangkap peluang baru," ujar Lim dalam keterangan resmi, Rabu (24/6/2026). Menurutnya, pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), memungkinkan perbankan menghadirkan wawasan yang lebih cepat, relevan, dan mendalam bagi nasabah. Lim menyebut, nilai tambah industri perbankan ke depan tidak lagi hanya diukur dari besarnya pembiayaan yang disalurkan, melainkan kemampuan memberikan insight yang membantu nasabah menavigasi dinamika ekonomi. "Kami meyakini pada masa depan nilai perbankan tidak lagi hanya ditentukan oleh besarnya pembiayaan yang diberikan, tetapi oleh kemampuan memberikan insight yang membantu nasabah mengambil keputusan dengan lebih percaya diri," katanya.
Baca Juga: DBS Indonesia Sebut Persaingan Bisnis Wealth Management di Indonesia Makin Ketat Pandangan tersebut sejalan dengan strategi DBS yang memperkuat layanan berbasis riset dan konsultasi bagi nasabah individu maupun korporasi. Melalui DBS Research dan CIO Insights, bank menyediakan analisis pasar dan ekonomi yang ditujukan untuk membantu nasabah menyusun strategi investasi dan bisnis secara lebih adaptif. Selain itu, DBS juga mengandalkan jaringan regional di Asia untuk membantu korporasi memperluas bisnis lintas negara, khususnya pada sektor logam dan pertambangan, pangan dan pertanian, energi, infrastruktur, hingga teknologi. Di sisi pengelolaan kekayaan, DBS mencatat pertumbuhan bisnis wealth management dan nasabah prioritas sebesar 11% secara tahunan (year on year/yoy) pada 2025 dengan total aset kelolaan atau assets under management (AUM) mencapai SGD 5,45 miliar. Ke depan, pertumbuhan tersebut akan didorong melalui perluasan basis nasabah, pengembangan solusi investasi berkelanjutan, serta peningkatan kapabilitas relationship manager dalam memberikan rekomendasi yang lebih komprehensif. DBS juga terus mempercepat pemanfaatan AI untuk meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional. Teknologi tersebut digunakan untuk memahami perilaku nasabah, memberikan rekomendasi yang lebih personal, hingga memperkuat sistem deteksi fraud. Selain mendukung layanan nasabah, AI juga dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas internal dan mempercepat proses pengambilan keputusan. Lim mengatakan transformasi AI tidak ditujukan untuk menggantikan tenaga kerja, melainkan menciptakan kapasitas baru dan meningkatkan kompetensi karyawan. "Filosofi SDM kami adalah save our people, not jobs. Kami memanfaatkan AI untuk menciptakan kapasitas dan menyalurkannya ke area prioritas serta pertumbuhan. Seiring transformasi AI, kami melihat peluang baru karena pekerjaan dan tanggung jawab baru juga bermunculan," ujarnya.
Baca Juga: Bank DBS Targetkan Nasabah dengan Saldo Rp 10 Miliar Tumbuh Double Digit pada 2026 Sebagai bagian dari strategi tersebut, DBS telah menyediakan lebih dari 10.000 modul pelatihan digital bagi karyawan. Hingga kini, lebih dari 2.800 karyawan telah mengikuti program pengembangan kompetensi di bidang AI dan data. Tak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, DBS juga terus memperkuat program keberlanjutan melalui DBS Foundation. Sejak 2024 hingga akhir 2025, DBS Foundation telah mengalokasikan dana hibah lebih dari SGD 18,2 juta untuk mendukung bisnis berdampak sosial serta pemberdayaan kelompok rentan melalui penyediaan kebutuhan dasar dan peningkatan inklusi keuangan.
Di sisi lain, karyawan DBS Indonesia juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial melalui program People of Purpose. Sepanjang 2025, karyawan DBS Indonesia tercatat menyumbangkan lebih dari 48.500 jam kegiatan sukarela yang mencakup literasi keuangan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga peningkatan akses nutrisi bagi masyarakat. "Pertumbuhan yang relevan ke depan bukan hanya tentang kinerja finansial, tetapi juga bagaimana perbankan dapat berkontribusi menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan. Kami berkomitmen menjalankan prinsip Best Bank for a Better World dalam membantu nasabah bertumbuh sekaligus menghadirkan dampak positif yang lebih luas," tutup Lim.
Baca Juga: Pembiayaan Berkelanjutan Bank DBS Indonesia Tembus Rp 15,6 Triliun pada 2025 Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News