DBS Raup Laba Rekor S$3,08 Miliar pada Kuartal II, Naikkan Target 2026



KONTAN.CO.ID - DBS Group, bank terbesar di Singapura, membukukan laba bersih kuartal II-2026 yang mencetak rekor sekaligus melampaui ekspektasi analis. Seiring kinerja yang solid tersebut, DBS juga menaikkan proyeksi kinerja untuk sepanjang tahun 2026.

Mengutip Reuters, Kamis (6/8/2026), DBS mencatat laba bersih sebesar S$3,08 miliar (US$2,40 miliar) pada kuartal II-2026, naik 9% dibandingkan S$2,82 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Manulife Bukukan Pertumbuhan Laba, Umumkan Transaksi Reasuransi C$3,2 Miliar


Capaian tersebut melampaui estimasi rata-rata tiga analis yang disurvei LSEG, yakni sebesar S$2,88 miliar.

Kinerja positif DBS ditopang oleh kuatnya pendapatan dari bisnis pengelolaan kekayaan (wealth management), penjualan treasury, dan perdagangan (trading), yang mampu mengimbangi tekanan akibat penurunan suku bunga.

Di sisi lain, net interest margin (NIM), yang menjadi salah satu indikator utama profitabilitas bank, turun menjadi 1,87% dari 2,05% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, penurunan tersebut berhasil diimbangi oleh pertumbuhan pinjaman dan dana pihak ketiga (deposito) yang tetap kuat.

Chief Executive Officer (CEO) DBS Tan Su Shan mengatakan, kinerja semester pertama didukung oleh kekuatan bisnis wealth management perusahaan.

"Kami membukukan kinerja yang kuat pada semester pertama, yang ditopang oleh bisnis pengelolaan kekayaan kami," ujar Tan dalam pernyataan resminya.

Baca Juga: Brasil Kembali Turunkan Suku Bunga 25 Bps, Inflasi Melandai Jadi Pertimbangan

Ia menambahkan, aset kelolaan (assets under management/AUM) divisi wealth management DBS untuk pertama kalinya melampaui S$500 miliar.

Sejalan dengan hasil tersebut, DBS meningkatkan proyeksi kinerja tahun 2026. Perseroan kini memperkirakan total pendapatan sepanjang tahun akan melampaui pencapaian 2025, sementara pendapatan bunga bersih (net interest income) diproyeksikan mendekati level tahun lalu.

DBS juga menaikkan proyeksi pertumbuhan pendapatan nonbunga dari portofolio commercial book menjadi di kisaran belasan persen (mid-teens), terutama didorong oleh bisnis wealth management.

Bank tersebut memperkirakan suku bunga akan bertahan di level saat ini, pertumbuhan simpanan berada pada kisaran high single digit, serta rasio biaya terhadap pendapatan (cost-to-income ratio) tetap berada di kisaran rendah 40%.

Untuk kualitas aset, DBS memperkirakan pencadangan kredit bermasalah (specific provisions) berada di kisaran 17 hingga 20 basis poin terhadap total pinjaman pada paruh kedua tahun ini.

Sementara itu, cadangan umum (general provisions) dinilai masih memberikan bantalan yang memadai terhadap berbagai risiko.

Baca Juga: Harga Minyak Beragam, Pasar Cermati Prospek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Menurut DBS, prospek yang lebih baik tersebut mencerminkan kinerja semester pertama yang mencetak rekor, sekaligus menunjukkan kemampuan bank untuk tetap tangguh dan memanfaatkan peluang di tengah lingkungan suku bunga yang menantang.

Hasil DBS menjadi pembuka musim laporan keuangan kuartal II bank-bank Singapura. Investor kini menantikan laporan dari dua bank besar lainnya, yakni Oversea-Chinese Banking Corp (OCBC) dan United Overseas Bank (UOB), yang dijadwalkan merilis kinerja pada Jumat (7/8).

Sebagai bagian dari hasil kuartalan, DBS juga mengumumkan dividen sebesar 81 sen Singapura per saham, naik 6 sen Singapura dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, tingkat pengembalian ekuitas (return on equity/ROE) meningkat menjadi 17,9% dari 16,7% pada kuartal II-2025.