KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Chief Investment Office (CIO) DBS menilai kondisi investasi global memasuki 2026 berada dalam fase yang sangat berbeda dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Dominasi kebijakan fiskal Amerika Serikat (AS), percepatan deglobalisasi, hingga lonjakan investasi kecerdasan buatan (AI) menjadi penentu utama arah pasar ke depan. CIO DBS Hou Wey Fook menjelaskan bahwa defisit fiskal AS yang terus melebar berisiko mengaburkan kemandirian Federal Reserve. Jika pelonggaran fiskal dan moneter berjalan bersamaan, tekanan inflasi berpotensi meningkat kembali.
DBS Soroti Pentingnya Aset Riil & Saham Berkualitas dalam Strategi Investasi 2026
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Chief Investment Office (CIO) DBS menilai kondisi investasi global memasuki 2026 berada dalam fase yang sangat berbeda dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Dominasi kebijakan fiskal Amerika Serikat (AS), percepatan deglobalisasi, hingga lonjakan investasi kecerdasan buatan (AI) menjadi penentu utama arah pasar ke depan. CIO DBS Hou Wey Fook menjelaskan bahwa defisit fiskal AS yang terus melebar berisiko mengaburkan kemandirian Federal Reserve. Jika pelonggaran fiskal dan moneter berjalan bersamaan, tekanan inflasi berpotensi meningkat kembali.
TAG: