Debat kedua Hillary dan Trump yang menegangkan



WASHINGTON. Politik di Amerika Serikat berubah pada Minggu (9/10) malam waktu setempat.

Tradisi debat kandidat presiden yang dianggap suci -di mana masing-masing kandidat berdebat mengenai visi mereka terhadap masa depan AS- meledak menjadi sesuatu yang menegangkan.

Kandidat Republik Donald Trump sepertinya tidak mengindahkan kasus rekaman bahasa vulgar yang dia gunakan terhadap wanita sepuluh tahun lalu. Meski meminta maaf atas tindakannya itu, namun dia berulangkali mengatakan pernyataan itu hanyalah pembicaraan di ruang loker atau "locker room talk".


Saat suami dan putri Clinton duduk di antara penonton, Trump menyerang Clinton atas aksi perselingkuhan suaminya. Trump menyebut tindakan Bill Clinton sebagai tindakan yang kasar.

Tak hanya itu, jika dirinya terpilih sebagai presiden, Trump akan menunjuk jaksa khusus untuk menginvestigasi Hillary Clinton. Bahkan dia mengancam akan memenjarakan Clinton di bawah pemerintahannya.

Di sisi lain, Hillary Clinton tidak memakan umpan Trump. Dia mengutip filosofi Michelle Obama pada konvensi Demokrat: "Saat mereka bergerak turun, kita bergerak naik".

Trump baru saja menjalani pekan terburuk yang dialami seorang kandidat dalam sejarah pemilihan presiden modern.

Penampilannya - yang menyerang Clinton terkait server email pribadi dan rekaman saat menjabat sebagai menteri luar negeri AS - setidaknya bisa menghentikan kepanikan yang telah dikonsumsi publik dalam 48 jam terakhir.

Tapi, belum jelas apakah sikap tegas dan aksi panggungnya akan meningkatkan basis pendukung di luar dari pendukung setia Trump, yang sepertinya belum cukup untuk memenangkan pemilu bulan depan.

Clinton menjelaskan, masalah dia dengan Trump melampaui bentrokan partisan dari sebuah kampanye presiden. Dia bilang, dia sudah menghabiskan waktu dalam 48 jam terakhir memikirkan mengenai video yang menunjukkan komentar cabul Trump tentang wanita.

Menurut Clinton, sebelumnya dia memang memiliki perbedaan kebijakan dengan Republik.

"Saya tidak pernah meragukan kemampuan mereka dalam melayani. Namun Donald Trump berbeda," kata Clinton.

Dalam sebuah perbincangan lain, Trump menjatuhkan pasangannya sendiri Mike Pence saat isu pembahasan beralih ke kebijakan luar negeri. Pada debat wakil presiden AS pekan lalu, Pence bilang, Amerika harus bersiap untuk menyerang sasaran pemerintah Suriah sehingga bisa membantu membebaskan wilayah Aleppo.

"Dia dan saya belum berbicara mengenai hal ini dan saya tidak setuju," kata Trump.

Hal ini bisa memperuncing hubungan antara Trump dan Pence. Namun, pasca debat, Pence menuliskan tweet bahwa dia bangga mendampingi Trump dan memberikannya selamat atas kemenangan dalam debat semalam.

Trump memang menguasai panggung dalam perdebatan semalam yang dimoderati oleh Anderson Cooper dari CNN dan Martha Raddatz dari ABC. Dia kerap menginterupsi Clinton dan terus bergerak saat Clinton berbicara. Bahkan terkadang dia muncul saat Clinton disorot.

Trump juga hilang kesabarannya di satu titik saat berdebat dengan Clinton mengenai kasus emailnya. Dia menuduh moderator tidak mengangkat isu tersebut kendati Raddatz sudah menanyakannya.

"Bagus, satu lawan tiga," kata Trump.