KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (
RANS) resmi menjadi perusahaan ketujuh yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (10/7). Dalam perdagangan perdana, saham RANS berhasil melesat menyentuh batas auto rejection atas (ARA). RANS menguat 34,12% atau naik 58 poin ke level Rp 228 per saham.
Melalui aksi korporasi ini, RANS menghimpun dana sekitar Rp 429,25 miliar yang akan digunakan untuk berbagai keperluan. Berdasarkan alokasi penggunaan dana IPO, RANS menganggarkan sekitar 6,98% untuk pembayaran lebih awal atas seluruh pokok utang kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Kemudian, sekitar 18,64% akan digunakan sebagai belanja modal atau capital expenditure atas rencana ekspansi usaha dalam rangka pembangunan wahana bermain dan belajar edukatif dengan nama Cipungland.
Baca Juga: Bursa Asia Menguat Dipimpin Sektor Chip Jumat (10/7), Abaikan Konflik AS-Iran Selanjutnya, alokasi 37,61% dari dana IPO bakal digunakan oleh RANS untuk belanja operasional alias operational expenditure dalam rangka penyelenggaraan konser di berbagai kota di Indonesia. Lebih lanjut, dana IPO sebanyak 8,15% akan digunakan oleh RANS untuk membentuk suatu entitas usaha baru bersama mitra usaha, yaitu PT Global Teknologi, dalam rangka pengembangan bisnis teknologi berbasis AI. Lalu, sekitar 19,80% akan digunakan oleh RANS untuk ekspansi usaha melalui akuisisi kepemilikan saham pada PT Rans Kosmetika Indonesia dengan merek Slavina. Terakhir, sisa dana IPO akan digunakan oleh RANS untuk melakukan penyetoran modal kepada entitas anak dalam bentuk setoran modal saham.
Berdasarkan kinerja keuangannya, RANS melaporkan pendapatan sebesar Rp 353,37 miliar pada tahun 2025, menurun 13,91% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 410,49 miliar. Sejalan dengan penurunan pendapatan, laba tahun berjalan juga tergerus. Pada tahun 2025, laba RANS mencapai Rp 56,68 miliar, anjlok 41,59% dari periode tahun 2024 yang sebesar Rp 97,06 miliar. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News