KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Startup kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) asal China, DeepSeek, tengah mengembangkan chip AI buatannya sendiri. Langkah ini berpotensi mengurangi ketergantungan perusahaan terhadap chip produksi Nvidia maupun Huawei yang selama ini digunakan untuk melatih serta menjalankan model AI mereka. Mengutip laporan Reuters yang mengutip tiga sumber yang mengetahui rencana tersebut, chip yang sedang dikembangkan DeepSeek dirancang khusus untuk kebutuhan inference, yakni tahap komputasi AI ketika model yang telah dilatih menghasilkan jawaban atau respons bagi pengguna, bukan untuk melatih model AI baru. Apabila berhasil, ekspansi DeepSeek ke bisnis semikonduktor akan menjadi perubahan strategi besar bagi perusahaan yang selama ini dikenal sebagai salah satu pemimpin pengembangan AI di China. Langkah tersebut juga berpotensi menambah tantangan bagi Huawei dalam persaingan chip AI domestik.
Di sisi lain, kabar ini turut memengaruhi sentimen pasar. Saham Nvidia yang diperdagangkan di Amerika Serikat sempat melemah sekitar 2% pada perdagangan pra-pembukaan (premarket).
Baca Juga: Arab Saudi Siapkan Jalur Baru Ekspor Minyak, Kurangi Ketergantungan Selat Hormuz DeepSeek Mulai Masuk Persaingan Pengembangan Chip AI
DeepSeek menjadi sorotan dunia lebih dari setahun lalu setelah meluncurkan dua model AI berperforma tinggi dengan efisiensi yang dinilai mengesankan. Kehadiran model tersebut mengejutkan banyak pelaku industri teknologi di Silicon Valley maupun pembuat kebijakan di Washington. Selama ini, DeepSeek lebih dikenal fokus pada terobosan pengembangan model AI dibandingkan mengomersialkan teknologinya. Meski chip AI Huawei masih tertinggal cukup jauh dibandingkan produk Nvidia paling mutakhir, pembatasan ekspor chip AI canggih Amerika Serikat ke China membuat Huawei mampu menguasai sekitar separuh pasar domestik chip AI senilai US$ 50 miliar. Huawei menjadi pemasok bagi DeepSeek serta sejumlah perusahaan AI besar lainnya. Namun dominasi Huawei mulai menghadapi tekanan. Alibaba dan Baidu juga mengembangkan chip AI mereka sendiri sehingga perlahan memperluas pangsa pasar. Menurut sumber Reuters, upaya DeepSeek mengembangkan chip masih berada pada tahap awal. Perusahaan telah menjalin komunikasi dengan mitra eksternal, termasuk perusahaan desain chip, manufaktur semikonduktor (foundry), hingga produsen memori. Proyek tersebut disebut telah dimulai sekitar satu tahun lalu. Selain itu, perusahaan yang berbasis di Hangzhou tersebut juga meningkatkan perekrutan insinyur desain chip dalam beberapa bulan terakhir. Namun proses rekrutmen dilakukan secara tertutup tanpa memasang lowongan di platform perekrutan publik. Ketiga sumber Reuters meminta identitas mereka tidak diungkapkan karena informasi tersebut belum diumumkan secara resmi. Hingga kini DeepSeek juga belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters.
Mengikuti Tren Global Pengembangan Chip AI
Dengan mengembangkan chip sendiri, DeepSeek mengikuti langkah sejumlah perusahaan AI global yang ingin memiliki kendali lebih besar atas perangkat keras yang menopang model AI mereka sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap Nvidia.
Baca Juga: Ukraina Perluas Serangan ke Armada Bayangan Rusia, Delapan Kapal Tanker Kena Drone Bulan lalu, OpenAI memperkenalkan Jalapeno, chip inference kustom pertamanya yang dikembangkan bersama Broadcom. Sementara itu, Anthropic juga dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk membangun chip AI buatannya sendiri. Bagi DeepSeek, proyek tersebut memiliki nilai strategis yang lebih besar. Pembatasan ekspor Amerika Serikat melarang perusahaan China membeli chip AI Nvidia paling canggih, sementara pemerintah China terus mendorong perusahaan teknologi nasional mengembangkan alternatif dalam negeri. Pendiri DeepSeek, Liang Wenfeng, pernah mengatakan dalam sebuah wawancara langka pada 2024 bahwa pembatasan ekspor chip menjadi tantangan bagi perusahaan.
Ketergantungan Beralih dari Nvidia ke Huawei
Selama ini DeepSeek menggunakan chip buatan Nvidia maupun Huawei. Perusahaan sebelumnya menyatakan bahwa model dasar yang menjadi fondasi model penalaran (reasoning) R1 dilatih menggunakan chip Nvidia H800, yaitu chip yang dirancang khusus untuk pasar China sebelum akhirnya dilarang diekspor oleh pemerintah Amerika Serikat pada akhir 2023. Sejak saat itu, DeepSeek semakin banyak memanfaatkan chip Huawei. Pada April lalu, perusahaan meluncurkan model V4 yang telah dioptimalkan untuk chip Ascend milik Huawei. Huawei juga menyatakan bahwa prosesornya digunakan dalam sebagian proses pelatihan V4-Flash, versi yang lebih ringan dari model tersebut. Reuters sebelumnya juga melaporkan bahwa permintaan terhadap chip Huawei Ascend 950 meningkat tajam setelah peluncuran tersebut.
Fokus pada Pasar Inference AI yang Tumbuh Pesat
Chip AI yang dikembangkan DeepSeek menyasar segmen inference, yang kini menjadi bagian dengan pertumbuhan tercepat dalam industri AI. Seiring semakin luasnya penggunaan aplikasi AI, kebutuhan komputasi mulai bergeser dari proses pelatihan model menuju proses menjalankan model. Tahap inference umumnya menggunakan chip khusus yang lebih hemat biaya dan konsumsi daya dibandingkan GPU serbaguna.
Baca Juga: SpaceX Masuk Nasdaq 100, Berpotensi Serap Dana Pasif US$ 4,3 Miliar Meski demikian, keberhasilan proyek tersebut belum dapat dipastikan. Merancang chip AI yang mampu bersaing biasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun dan investasi yang sangat besar. Selain itu, proses manufaktur juga menjadi tantangan karena pembatasan Amerika Serikat membuat perusahaan China tidak dapat mengakses fasilitas foundry paling canggih di luar negeri.
Di saat yang sama, pembatasan lain dari Amerika Serikat juga mengurangi akses China terhadap high-bandwidth memory (HBM), komponen penting untuk mendukung performa chip AI inference.
DeepSeek Siapkan Pendanaan Jumbo
Pengembangan chip AI ini bertepatan dengan perubahan strategi pendanaan DeepSeek. Reuters sebelumnya melaporkan pada Juni lalu bahwa DeepSeek berencana menghimpun dana sebesar US$ 7 miliar dalam putaran pendanaan perdana yang akan memberikan valuasi perusahaan di kisaran US$ 52 miliar hingga US$ 59 miliar. Langkah tersebut menandai perubahan besar setelah selama bertahun-tahun DeepSeek memilih menolak pendanaan dari investor eksternal.