KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Defisit anggaran Amerika Serikat (AS) meningkat menjadi hampir US$ 2 triliun pada tahun fiskal 2026. Kenaikan ini dipicu oleh pengembalian tarif impor, lonjakan biaya pembayaran utang, serta peningkatan belanja pemerintah untuk program sosial dan pertahanan. Mengutip Reuters, Jumat (16/10/2026), berdasarkan data Departemen Keuangan AS, defisit anggaran pemerintah AS bertambah US$ 217 miliar menjadi US$ 1,99 triliun pada tahun fiskal yang berakhir 30 September 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan defisit sebesar US$ 1,78 triliun pada tahun fiskal 2025. Defisit pada 2026 menjadi yang terbesar dalam lima tahun terakhir, sekaligus mencatatkan kesenjangan anggaran tahunan terbesar ketiga sepanjang sejarah AS. Defisit terakhir kali mencapai angka yang lebih tinggi pada tahun fiskal 2021, yakni US$ 2,77 triliun, ketika pemerintah menggelontorkan belanja besar untuk penanganan pandemi Covid-19.
Baca Juga: Trump Tangguhkan Sejumlah Sanksi dan Tarif terhadap Rusia, Ini Alasannya Tahun fiskal 2026 juga merupakan tahun anggaran penuh pertama selama masa jabatan kedua Presiden AS Donald Trump.
Penerimaan dan Belanja Pemerintah AS Mencetak Rekor
Departemen Keuangan AS mencatat penerimaan pemerintah pada tahun fiskal 2026 mencapai rekor US$ 5,40 triliun. Jumlah tersebut meningkat US$ 169 miliar atau sekitar 3% dibandingkan penerimaan sebesar US$ 5,24 triliun pada tahun fiskal sebelumnya. Namun, belanja pemerintah meningkat lebih cepat. Total pengeluaran mencapai rekor US$ 7,40 triliun, naik US$ 386 miliar atau sekitar 6% dari US$ 7,01 triliun pada tahun fiskal 2025. Peningkatan pengeluaran tersebut antara lain didorong oleh kenaikan belanja program jaminan sosial, seperti Social Security dan Medicare, serta tambahan belanja pertahanan sebesar US$ 48 miliar. Di sisi lain, pemerintah AS menghadapi beban pembayaran bunga utang yang semakin besar seiring dengan meningkatnya total utang nasional. Pengeluaran untuk pembayaran bunga utang mencapai rekor US$ 1,36 triliun pada tahun fiskal 2026. Nilai tersebut melonjak US$ 144 miliar atau 12% dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Rudal Hantam Bandara Yaman, Arab Saudi Cegat Serangan ke Pusat Ekspor Minyak Pos pembayaran bunga utang kini menjadi komponen pengeluaran pemerintah terbesar ketiga, setelah Social Security serta gabungan belanja Medicare dan Medicaid. Sementara itu, total utang AS telah menembus US$ 40 triliun sekitar dua bulan sebelum laporan anggaran tersebut diterbitkan.
Pengembalian Tarif Impor Trump Menekan Penerimaan
Faktor lain yang memperlebar defisit anggaran AS adalah penurunan penerimaan bersih dari tarif impor setelah Mahkamah Agung AS mengeluarkan putusan yang membatalkan sebagian besar tarif yang diberlakukan Trump pada tahun pertamanya kembali menjabat. Putusan tersebut memicu pengembalian tarif senilai US$ 145 miliar sepanjang tahun fiskal 2026. Akibatnya, penerimaan bersih dari tarif impor turun 11% menjadi sekitar US$ 173 miliar. Secara keseluruhan, penerimaan bersih tarif tercatat turun US$ 22 miliar dibandingkan periode sebelumnya. Pengembalian tarif tersebut turut mengurangi penerimaan pemerintah di tengah peningkatan kebutuhan belanja, sehingga menambah tekanan terhadap posisi fiskal AS.
Belanja Pertahanan AS Naik 6%
Belanja pertahanan AS juga meningkat seiring dengan kebutuhan anggaran pemerintah. Pada tahun fiskal 2026, pengeluaran untuk sektor pertahanan mencapai US$ 917 miliar, naik 6% dibandingkan tahun sebelumnya. Seorang pejabat Departemen Keuangan AS mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan seberapa besar kenaikan belanja pertahanan tersebut berkaitan dengan perang yang dimulai oleh Trump dan Israel terhadap Iran pada awal tahun ini.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Mendidih, Brent Tembus US$ 110 per Barel Kenaikan belanja pertahanan tersebut menambah tekanan terhadap anggaran pemerintah, terutama ketika biaya pembayaran bunga utang dan program sosial juga terus meningkat.
Departemen Keuangan AS memperkirakan rasio defisit anggaran terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 6,2% pada tahun fiskal 2026. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rasio defisit aktual sebesar 5,8% pada tahun fiskal 2025. Namun, pejabat Departemen Keuangan AS tidak mengungkapkan estimasi PDB yang digunakan untuk menghitung rasio defisit tersebut.
Anggaran AS September 2026 Berbalik Defisit
Pada September 2026, bulan terakhir tahun fiskal 2026, pemerintah AS mencatat defisit anggaran sebesar US$ 27 miliar. Kondisi tersebut berbalik dibandingkan September 2025, ketika pemerintah mencatat surplus anggaran sebesar US$ 198 miliar.