Defisit anggaran melebar 1,57% di semester I, ini penyebabnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, sepanjang semester I 2020 defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp 257,8 triliun. Defisit ini setara dengan 1,57% terhadap produk domestik bruto (PDB). 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, defisit ini terkontraksi lebih dalam apabila dibandingkan dengan realisasi tahun lalu yang minus Rp 135,1 triliun, atau setara dengan 0,85% dari PDB. 

Baca Juga: Jokowi minta BPK awasi anggaran Covid-19 Rp 695,2 triliun agar tak jadi masalah


“Defisit APBN semester-I di 2016 dulu pernah sampai ke 1,82%. Di tahun ini akan melebar karena semester II-2020 belanja-belanja akan meningkat seiring dengan penangan Covid-19,” kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN Juni, Senin (20/7).

Dari sisi pendapatan negara, realisasi sampai dengan semester I adalah sebesar Rp 811,2 triliun atau setara dengan 47,7% dari target APBN-Perpres 72/2020 senilai Rp 1.699,9 triliun. Realisasi ini mencatatkan pertumbuhan negatif 9,8% apabila dibandingkan dengan realisasi di tahun lalu yang sebesar Rp 899,6 triliun. 

Meski demikian, Sri Mulyani mengatakan realisasi ini masih sesuai dengan estimasi yang dibuat oleh Kemenkeu, yang mana memproyeksikan pendapatan negara akan mencatatkan pertumbuhan negatif sekitar 10%. 

Kemudian, dari sisi penerimaan perpajakan sepanjang semester I realisasinya mencapai Rp 624,9 triliun, atau setara dengan 44,5% dari target APBN-Perpres 72/2020 sebesar Rp 1.404,5 triliun.

Baca Juga: Ini fokus Kemenkeu yang akan di lakukan tahun depan

“Penerimaan pajak sepanjang semester I-2020 pada Juni mengalami turn around. Meski turun secara tahunan, tapi trennya sudah mulai membaik karena aktivitas ekonomi yang mulai pulih,” ujar Sri Mulyani.

Editor: Tendi Mahadi