Defisit anggaran tertolong realisasi belanja



JAKARTA. Realisasi penerimaan negara kembali mencatatkan pertumbuhan yang cukup tinggi. Sayangnya, hal itu tidak dibarengi dengan realisasi belanja negara, yang justru mencatatkan penurunan. Sehingga defisit anggaran pemerintah mengalami perbaikan dibanding tahun lalu. Data Direktorat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan Kementerian Keuangan (Kemkeu) yang diunduh dari situs resminya menunjukkan, realisasi penerimaan negara hingga akhir April 2017 sebesar Rp 457,6 triliun. Angka itu tumbuh 18,39% year on year (YoY). Hampir seluruh pos anggaran penerimaan negara mencatatkan pertumbuhan positif dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Realisasi penerimaan perpajakan tercatat sebesar Rp 368,2 triliun atau tumbuh 14,85% YoY dan PNBP sebesar Rp 35,87% YoY. Namun, penerimaan hibah turun tipis dari Rp 0,2 triliun di akhir April tahun lalu menjadi Rp 0,1 triliun di akhir April tahun ini. Sementara itu, realisasi belanja negara hingga akhir April 2017 tercatat Rp 538,1 triliun, turun 1,23% YoY. Penurunan ini terjadi karena penurunan realisasi belanja pemerintah pusat sebesar 1,27% YoY menjadi Rp 272,7 triliun dan dana transfer ke daerah sebesar 1,19% YoY menjadi Rp 265,4 triliun di akhir April 2017. Meski demikian, penurunan realisasi belanja pemerintah pusat disebabkan oleh penurunan realisasi anggaran subsidi sebesar 59,3% YoY. Sementara realisasi belanja pegawai, belanja barang, dan belanja modal masing-masing naik 0,92% YoY, 10,84% YoY, dan 6,1% YoY. Dengan demikian, defisit anggaran hingga akhir April 2017 hanya sebesar Rp 80,4 triliun atau 0,59% dari PDB. Angka itu jauh lebih rendah dibanding defisit anggaran pada periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai Rp 158,2 triliun. Sementara realisasi pembiayaan mencapai 194,5 triliun. Dengan demikian, terdapat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berjalan (Silpa) mencapai Rp 114,1 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Hendra Gunawan