KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Pusat Makro Ekonomi dan Keuangan INDEF, M. Rizal Taufikurahman memproyeksikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 berada di kisaran 2,8%-2,95% terhadap produk domestik bruto (PDB), mendekati batas maksimal 3%. Dengan ruang fiskal yang semakin tipis, pemerintah dinilai perlu melakukan efisiensi anggaran secara selektif tanpa mengorbankan belanja produktif. Rizal mengatakan, menjaga defisit di bawah 3% memang penting. Namun, pemerintah jangan sekadar menyelamatkan angka defisit dengan memangkas belanja yang justru menopang perekonomian.
Defisit APBN 2026 Diproyeksi 2,95%, Ekonom Dorong Efisiensi Anggaran Harus Selektif
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Pusat Makro Ekonomi dan Keuangan INDEF, M. Rizal Taufikurahman memproyeksikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 berada di kisaran 2,8%-2,95% terhadap produk domestik bruto (PDB), mendekati batas maksimal 3%. Dengan ruang fiskal yang semakin tipis, pemerintah dinilai perlu melakukan efisiensi anggaran secara selektif tanpa mengorbankan belanja produktif. Rizal mengatakan, menjaga defisit di bawah 3% memang penting. Namun, pemerintah jangan sekadar menyelamatkan angka defisit dengan memangkas belanja yang justru menopang perekonomian.
TAG: