KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Outlook Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 diperkirakan mencapai Rp 734,3 triliun atau mencapai 2,85% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit tersebut lebih besar dari rencana dalam APBN yang mencapai Rp 689,1 triliun atau 2,68% dari PDB. Merupakan rasio tertinggi, kecuali saat pandemi tahun 2020 dan 2021. Ekonom Bright Institute Awalil Rizky membeberkan, untuk mengatasi defisit diperlukan pembiayaan dengan nilai setara, yang disebut sebagai item pembiayaan anggaran. Ia menyebut, pembiayaan anggaran didefinisikan sebagai penerimaan yang perlu dibayar kembali dan atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun bersangkutan maupun tahun-tahun anggaran berikutnya.
Defisit APBN 2026 Melebar, Utang Pemerintah Diproyeksi Makin Menggunung
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Outlook Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 diperkirakan mencapai Rp 734,3 triliun atau mencapai 2,85% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit tersebut lebih besar dari rencana dalam APBN yang mencapai Rp 689,1 triliun atau 2,68% dari PDB. Merupakan rasio tertinggi, kecuali saat pandemi tahun 2020 dan 2021. Ekonom Bright Institute Awalil Rizky membeberkan, untuk mengatasi defisit diperlukan pembiayaan dengan nilai setara, yang disebut sebagai item pembiayaan anggaran. Ia menyebut, pembiayaan anggaran didefinisikan sebagai penerimaan yang perlu dibayar kembali dan atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun bersangkutan maupun tahun-tahun anggaran berikutnya.