Baca Juga: Indonesia dan Malaysia Bahas Peningkatan Hubungan Perdagangan KONTAN.CO.ID—JAKARTA. Lonjakan harga minyak mentah dunia akibat eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah berpotensi menekan ketahanan fiskal Indonesia. Jika harga minyak naik tajam hingga US$ 150 per barel, defisit APBN diperkirakan dapat melebar hingga 5%–6% dari produk domestik bruto (PDB). Ekonom Senior Indef Didin S. Damanhuri menjelaskan, dinamika geopolitik global kini memasuki fase krusial akibat kebijakan proteksionisme ekstrem Amerika Serikat dan eskalasi militer di Timur Tengah. Menurutnya, strategi Make America Great Again di bawah kepemimpinan Donald Trump dinilai sebagai bentuk neo-kolonialisme modern yang menggunakan instrumen ekonomi, seperti tarif tinggi, sebagai senjata geopolitik.
Defisit APBN Berpotensi Bengkak Jadi 5%–6% PDB Jika Harga Minyak US$ 150 per Barel
Baca Juga: Indonesia dan Malaysia Bahas Peningkatan Hubungan Perdagangan KONTAN.CO.ID—JAKARTA. Lonjakan harga minyak mentah dunia akibat eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah berpotensi menekan ketahanan fiskal Indonesia. Jika harga minyak naik tajam hingga US$ 150 per barel, defisit APBN diperkirakan dapat melebar hingga 5%–6% dari produk domestik bruto (PDB). Ekonom Senior Indef Didin S. Damanhuri menjelaskan, dinamika geopolitik global kini memasuki fase krusial akibat kebijakan proteksionisme ekstrem Amerika Serikat dan eskalasi militer di Timur Tengah. Menurutnya, strategi Make America Great Again di bawah kepemimpinan Donald Trump dinilai sebagai bentuk neo-kolonialisme modern yang menggunakan instrumen ekonomi, seperti tarif tinggi, sebagai senjata geopolitik.