Defisit APBN Sentuh Rp 135,7 Triliun, Purbaya Sebut Efek Percepatan Belanja



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 hingga Februari mencatatkan defisit sebesar Rp 135,7 triliun atau 0,53% dari Produk Domestik Bruto (PDB). 

Pemerintah menegaskan angka ini masih dalam koridor yang telah direncanakan sejak awal tahun.

Dari sisi pendapatan negara, realisasi mencapai Rp 398 triliun atau sekitar 11,4% dari target APBN, tumbuh 12,8% secara year on year


Baca Juga: Belanja Daerah Turun, APBD 2026 Catatkan Surplus Rp 110 Triliun pada Februari 2026

Kinerja ini terutama ditopang oleh penerimaan perpajakan yang tetap solid, mencapai Rp 290 triliun atau tumbuh 20,5% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Secara lebih rinci, penerimaan pajak mencapai Rp 245,1 triliun dengan pertumbuhan yang sangat kuat sebesar 30,4%. Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai tercatat Rp 44,9 triliun atau 13,4% dari target, namun mengalami kontraksi 14,7%, terutama dipengaruhi oleh dinamika harga komoditas dan produksi industri.

Meski demikian, Bendahara Negara tersebut menyampaikan sinyal positif untuk ke depan. 

"Tapi informasi terakhir, data kemarin sudah tumbuh lagi secara yoy untuk cukai itu tumbuhnya sudah 7%. Jadi kita ke depan masih mengharapkan target dari penerimaan bea cukai tercapai bahkan mungkin bisa melebihi," katanya.

Di sisi belanja, realisasi mencapai Rp 493,8 triliun atau 12,8% dari pagu APBN, dengan pertumbuhan yang cukup tinggi yakni 41,9% secara year on year

Belanja ini diarahkan untuk mendukung program prioritas pemerintah, menjaga daya beli masyarakat, serta mendorong aktivitas ekonomi sejak awal tahun.

Purbaya menepis kekhawatiran soal defisit yang muncul di awal 2026. Ia menjelaskan bahwa desain APBN 2026 memang dirancang defisit dengan tujuan mempercepat dan meratakan belanja sepanjang tahun.

"Ya memang desain APBN kita defisit dan sekarang kita paksakan belanjanya lebih merata sepanjang tahun," katanya. 

Baca Juga: Longsor di TPST Bantargebang, Menteri LH: 80 Juta Ton Sampah Menumpuk

Dengan strategi tersebut, Purbaya tetap optimistis untuk mengejar angka pertumbuhan ekonomi di tahun 2026 sebesar 6%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News