JAKARTA. Dewan Energi Nasioanal (DEN) memperkirakan Indonesia bakal mengimpor gas tahun 2020 mendatang. Prediksi itu bakal terealisasi lantaran tata kelola gas bumi yang buruk, terutama jika sistem kontrak penjualan gas jangka panjang untuk ekspor tidak segera diubah. Anggota DEN, Rinaldy Dalimin Rabu (24/12) menilai, saat ini ekspor gas Indonesia terlalu besar yakni mencapai 55% dari total produksi di dalam negeri. Ekspor tersebut dilakukan melalui, kontrak kerja sama dengan kontraktor Jepang dan Singapura. Padahal saat ini kebutuhan gas di dalam negeri semakin bertambah banyak. Makanya, Jika tidak ada penambahan dari penemuan ladang gas baru, diperkirakan Indonesia terpaksa impor gas. Untuk itu, ia menyarankan pemerintah mengupayakan agar kebutuhan pasokan gas nasional tercukupi. "Caranya renegosiasi kontrak dan eksplorasi lapangan gas baru," terang dia.
Defisit gas ancam Indonesia di 2020
JAKARTA. Dewan Energi Nasioanal (DEN) memperkirakan Indonesia bakal mengimpor gas tahun 2020 mendatang. Prediksi itu bakal terealisasi lantaran tata kelola gas bumi yang buruk, terutama jika sistem kontrak penjualan gas jangka panjang untuk ekspor tidak segera diubah. Anggota DEN, Rinaldy Dalimin Rabu (24/12) menilai, saat ini ekspor gas Indonesia terlalu besar yakni mencapai 55% dari total produksi di dalam negeri. Ekspor tersebut dilakukan melalui, kontrak kerja sama dengan kontraktor Jepang dan Singapura. Padahal saat ini kebutuhan gas di dalam negeri semakin bertambah banyak. Makanya, Jika tidak ada penambahan dari penemuan ladang gas baru, diperkirakan Indonesia terpaksa impor gas. Untuk itu, ia menyarankan pemerintah mengupayakan agar kebutuhan pasokan gas nasional tercukupi. "Caranya renegosiasi kontrak dan eksplorasi lapangan gas baru," terang dia.