Defisit Melebar, SiLPA APBN 2026 Turun Drastis Jadi Rp 17 Triliun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) hingga akhir Maret 2026 tercatat sebesar Rp 17,3 triliun.

Angka ini merosot tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai sekitar Rp 152,7 triliun.

Penurunan ini mencerminkan pelebaran defisit di awal tahun yang belum sepenuhnya diimbangi oleh realisasi pembiayaan.


Baca Juga: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61% pada Kuartal I-2026, Ekonom Ingatkan Risiko Membayangi

Berdasarkan data realisasi APBN, defisit hingga Maret 2026 mencapai Rp 240,1 triliun, jauh lebih dalam dibandingkan defisit periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp 99,8 triliun. 

Sementara itu, realisasi pembiayaan anggaran hanya sedikit meningkat menjadi Rp 257,4 triliun dari sebelumnya Rp 252,5 triliun. Kondisi ini membuat ruang SiLPA menyusut signifikan.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa posisi SiLPA bukan angka yang bersifat tetap, melainkan sangat dinamis mengikuti arus kas negara yang terus bergerak.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan bahwa perubahan SiLPA terjadi setiap hari karena dipengaruhi oleh berbagai transaksi fiskal.

"Jadi kalau SiLPA itu kan situasinya bahkan tiap hari itu berubah. Karena ada penerimaan masuk, belanja keluar, ada financing masuk. Jadi SiLPA-nya bergerak terus," ujar Suahasil dalam Konferensi Pers APBN, Selasa (5/5/2026).

Ia menambahkan, pemerintah tidak berfokus pada besaran SiLPA pada satu titik waktu tertentu, melainkan pada bagaimana menjaga keseimbangan fiskal hingga akhir tahun anggaran.

"Sehingga bukan masalah SiLPA sekarang Rp 17 triliun. Bagaimana mengamankan sampai akhir tahun? Gak gitu. Karena besok akan ada penerimaan pajak lagi, akan ada penerimaan dari financing lagi. Tapi ada belanja juga keluar. Jadi dia bergerak terus tiap hari," katanya.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Skema Baru untuk Bagi Hasil Sektor Pertambangan, Mirip Model Migas

Pemerintah, lanjut Suahasil, secara rutin melaporkan posisi SILPA pada setiap akhir bulan sebagai bagian dari transparansi pengelolaan kas negara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News