Defisit menekan rupiah



JAKARTA. Valuta garuda menukik tajam. Di pasar spot, USD/IDR menyentuh level tertingginya selama setahun terakhir, 9.581. Kurs tengah dollar AS di Bank Indonesia, Rabu (29/8), turut menguat, menjadi Rp 9.553.

Albertus Christian, Analis Monex Investindo Futures, menuturkan, rupiah melemah seiring dengan capital outflow yang terjadi hampir di seluruh kawasan Asia. “Keluarnya hot money dan membengkaknya defisit neraca perdagangan menekan rupiah” ujar dia.

Sepanjang tahun ini, rupiah telah melemah 5,1% terhadap dollar AS. Rupiah pun menjadi valuta Asia dengan kinerja terburuk di. Ia menunjuk ekspor Indonesia yang terus melemah, hingga mencapai level terendah selama tiga tahun terakhir, sebagai penyebab rupiah terbenam.


Klara Pramesti, Research Analyst BNI, menambahkan, pasar menilai, melebarnya defisit akan menurunkan pasokan dollar AS di pasar. Dia menambahkan, pasar masih menanti keputusan Federal Reserves tentang pengucuran quantitative easing tahap ketiga.

Albert memprediksi, USD/IDR, hari ini, kembali menguat di kisaran 9.540-9.585. Sedang proyeksi Klara, USD/IDR akan menanjak di rentang 9.500-9.590.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News