KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam tiga tahun berjalan, neraca jasa terus mengalami defisit. Bahkan, defisitnya dalam tren melebar dari tahun 2020. Pada tahun 2020, defisit neraca jasa tercatat US$ 9,8 miliar. Kemudian, defisit neraca jasa membengkak menjadi US$ 14,7 miliar pada tahun 2021. Analis Makroekonomi Bank Danamon Indonesia Irman Faiz memperkirakan defisit neraca jasa kembali melebar pada tahun 2022. Sayangnya, ia masih belum memiliki hitungan pasti terkait ini. Namun, yang pasti, defisit neraca jasa bisa lebih dari US$ 14,7 miliar. Defisit neraca jasa ini didorong oleh biaya kirim yang naik tajam, sehingga ini mendorong pelebaran defisit neraca transaksi jasa perdagangan. Selain itu, ada juga peluang peningkatan jasa perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri pada tahun ini yang berpotensi memperlebar defisit neraca jasa pada tahun ini.
Defisit Neraca Jasa Masih Berpotensi Melebar, Ini Penyebabnya
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam tiga tahun berjalan, neraca jasa terus mengalami defisit. Bahkan, defisitnya dalam tren melebar dari tahun 2020. Pada tahun 2020, defisit neraca jasa tercatat US$ 9,8 miliar. Kemudian, defisit neraca jasa membengkak menjadi US$ 14,7 miliar pada tahun 2021. Analis Makroekonomi Bank Danamon Indonesia Irman Faiz memperkirakan defisit neraca jasa kembali melebar pada tahun 2022. Sayangnya, ia masih belum memiliki hitungan pasti terkait ini. Namun, yang pasti, defisit neraca jasa bisa lebih dari US$ 14,7 miliar. Defisit neraca jasa ini didorong oleh biaya kirim yang naik tajam, sehingga ini mendorong pelebaran defisit neraca transaksi jasa perdagangan. Selain itu, ada juga peluang peningkatan jasa perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri pada tahun ini yang berpotensi memperlebar defisit neraca jasa pada tahun ini.