JAKARTA. Siapa bilang perusahaan reasuransi umum nasional hanya menelan premi seujung kuku? Buktinya, dari hasil transaksi reasuransi, defisit premi ke luar negeri terus melorot, yakni dari 27% di tahun 2006 menjadi 22% di akhir tahun lalu. Artinya, perusahaan reasuransi nasional makin mampu menyerap dan mengelola risiko lokal. Kepala Biro Perasuransian Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Isa Rachmatarwata melansir, dari total premi yang dilempar perusahaan reasuransi umum ke luar negeri senilai Rp 9,48 triliun di tahun 2010, sebanyak Rp 1,06 triliun di antaranya kembali dalam bentuk pendapatan komisi. Klaim reasuransi dari perusahaan reasuransi luar negeri selama tahun lalu mencapai Rp 3,13 triliun. "Jadi, transaksi asuransi kita sebetulnya defisit Rp 5,28 triliun atau sekitar 22%, turun dibandingkan empat tahun lalu 27%," terang dia, ketika ditemui KONTAN, akhir pekan lalu.
Defisit premi reasuransi menurun
JAKARTA. Siapa bilang perusahaan reasuransi umum nasional hanya menelan premi seujung kuku? Buktinya, dari hasil transaksi reasuransi, defisit premi ke luar negeri terus melorot, yakni dari 27% di tahun 2006 menjadi 22% di akhir tahun lalu. Artinya, perusahaan reasuransi nasional makin mampu menyerap dan mengelola risiko lokal. Kepala Biro Perasuransian Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Isa Rachmatarwata melansir, dari total premi yang dilempar perusahaan reasuransi umum ke luar negeri senilai Rp 9,48 triliun di tahun 2010, sebanyak Rp 1,06 triliun di antaranya kembali dalam bentuk pendapatan komisi. Klaim reasuransi dari perusahaan reasuransi luar negeri selama tahun lalu mencapai Rp 3,13 triliun. "Jadi, transaksi asuransi kita sebetulnya defisit Rp 5,28 triliun atau sekitar 22%, turun dibandingkan empat tahun lalu 27%," terang dia, ketika ditemui KONTAN, akhir pekan lalu.