Defisit Transaksi Berjalan Australia Melebar Jadi A$27,2 Miliar pada Kuartal II 2026



KONTAN.CO.ID - Defisit transaksi berjalan Australia melebar pada kuartal II-2026, seiring meningkatnya impor bahan bakar dan kendaraan. Meski demikian, ekspor neto masih memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

Mengutip Reuters, Selasa (1/9/2026), data Australian Bureau of Statistics (ABS) menunjukkan transaksi berjalan Australia mencatat defisit sebesar A$27,2 miliar atau sekitar US$19,50 miliar pada kuartal II-2026.

Baca Juga: Korea Selatan Usulkan Anggaran 2027 Capai US$599 Miliar, Semikonduktor Jadi Prioritas


Angka tersebut meningkat dibandingkan defisit yang telah direvisi sebesar A$25,4 miliar pada kuartal sebelumnya. Namun, realisasi tersebut masih lebih rendah dibandingkan perkiraan ekonom sebesar A$30 miliar.

ABS menyebutkan, pelebaran defisit transaksi berjalan terutama dipengaruhi oleh kenaikan impor, termasuk bahan bakar dan kendaraan.

Di sisi lain, ekspor neto memberikan tambahan terhadap pertumbuhan ekonomi Australia pada kuartal II-2026.

ABS memperkirakan ekspor neto memberikan kontribusi 0,1 poin persentase terhadap produk domestik bruto (PDB) kuartal II.

Kontribusi tersebut lebih baik dibandingkan proyeksi analis yang memperkirakan ekspor neto tidak memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Trump Rebut Kendali Minyak Venezuela, AS Singkirkan Pengaruh China-Rusia

Data transaksi berjalan tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam melihat keseimbangan eksternal ekonomi Australia, khususnya di tengah dinamika perdagangan global dan perubahan permintaan terhadap komoditas ekspor negara tersebut.