Defisit Transaksi Berjalan Tak Selalu Jadi Tanda Negatif



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Neraca transaksi berjalan berpotensi berbalik defisit pada tahun 2023, setelah selama beberapa tahun terakhir mencatat surplus.

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memperkirakan, defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) sebesar 0,7% produk domestik bruto (PDB). 

Meski memang berbalik defisit, tetapi David mengingatkan ini bukan melulu tanda negatif bagi perekonomian. 


"Tidak melulu surplus transaksi berjalan baik. Kalau defisit di tahun ini, justru menggambarkan roda perekonomian mulai berputar yang mendorong impor," terang David kepada Kontan.co.id, Jumat (16/6). 

Baca Juga: Ekonom Sebut Neraca Transaksi Berjalan Mungkin Berbalik Defisit pada Tahun 2023

David menjelaskan, memang CAD pada tahun ini salah satunya didorong oleh potensi surplus neraca perdagangan yang mengecil dan bahkan berpotensi kembali mencetak defisit. 

Ini sebab, kinerja impor akan meningkat karena permintaan dalam negeri yang makin menggeliat. 

Di satu sisi, kinerja ekspor mungkin menurun karena normalisasi harga komoditas dan potensi menurunnya permintaan negara mitra dagang seiring perlambatan ekonomi. 

Nah, meskipun ada kemungkinan CAD, David yakin neraca pembayaran Indonesia (NPI) pada tahun 2023 tetap bertahan surplus. 

Ini seiring dengan peluang masuknya arus modal asing ke dalam pasar keuangan dalam negeri, meski ada risiko utang jatuh tempo yang dibayarkan pada tahun ini. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi