Deflasi di Februari 2019 bantu jaga daya beli buruh



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bulan lalu terjadi deflasi 0,29% di daerah pedesaan. Tak hanya itu, di daerah perkotaan juga terjaid deflasi 0,08%. Kondisi deflasi baik di perkotaan maupun perdesaan membantu menjaga daya beli buruh.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan upah nominal buruh tani Februari 2019 tercatat naik 0,33% dari Rp 53.604 per har hari menjadi Rp 53.781 pr hari. Upah riil juga mengalami kenaikan 0,62% dari Rp 38.384 per hari menjadi Rp 38.662 per hari.

"Ketika nominal naik dan terjadi deflasi maka upah riil dari buruh tani mengalami kenaikan," ujar Suhariyanto saat melakukan konferensi pers di kantornya, Jumat (16/3).


Kondisi yang sama juga terjadi pada buruh bangunan. Upah nominal dan riil buruh bangunan masing-masing naik 0,21% dan 0,29%. Upah nominal Februari 2019 sebesar Rp 88.628 per hari, sedangkan upah riil mencapai Rp 65.302 per hari.

Untuk upah buruh potong rambut, juga mengalami kenaikan baik nominal maupun riil masing-masing 0,39% dan 0,47%. Upah nominal sebesar Rp 27.511 per kepala dari sebelumnya Rp 27.404 per kepala. Upah riil naik dari Rp 20.175 menjadi Rp 20.270 per kepala.

Sedangkan upah pembantu rumah tangga per bulan juga naik secara nominal maupun riil. Upah nominal naik 0,35% dari Rp 404.949 per bulan menjadi Rp 406.366 per bulan. Untuk upah nominal mereka mengalami kenaikan Rp 0,43% dari Rp 298.129 per bulan menjadi Rp 299.415 per bulan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi