Delapan bulan berturut-turut daya beli petani naik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Daya beli petani kembali mengalami kenaikan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai tukar petani (NTP) di November 2017 naik 0,28% menjadi 103,07 dibanding bulan sebelumnya.

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula daya beli petani.

"Selama beberapa bulan terakhir NTP menunjukkan perbaikan meskipun tidak tinggi sekali, tetapi merambat naik. Tentunya itu yang kita harapkan," kata Suhariyanto, Senin (4/12). Catatan BPS, kenaikan NTP terus terjadi sejak April 2017.


Lebih lanjut Suhariyanto menyebut NTP tanaman pangan, tanaman perkebunan rakyat, dan perikanan meningkat masing-masing 0,97%, 0,25%, dan 0,17%. Kenaikan NTP tanaman pangan lanjut fia, dipengaruhi oleh kenaikan harga gabah, ubi kaku, dan ubi jalar.

Sementara NTP hortikultura dan peternakan mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya masing-masing sebesar 0,08% dan 0,32%. Penurunan NTP hortikultura lanjut dia, utamanya disebabkan harga bawang merah, cabai merah, dan tomat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto