Delapan saham jagoan Bahana di Tahun Ayam Api



JAKARTA. Mulai Sabtu (28/1), kita akan beralih dari Tahun Monyet Api ke Tahun Ayam Api. Menyambut Tahun Baru Imlek, Bahana Securities beberapa waktu lalu mengundang  Suhu Ong, pembaca Bazi terkenal dari Semarang, untuk memberikan penerawangan mengenai mengenai politik Indonesia dan kinerja sektor industri di Tahun Ayam Api.

Berdasarkan penerawangan Suhu Ong, Kepala Riset Bahana Securities Harry Su, mengatakan, elemen api dapat membawa bencana alam dan suhu politik yang memanas. Di Tahun Ayam Api, berbagai kebijakan pemerintah bisa mendorong tensi politik meningkat. Unsur api juga berkaitan dengan hutan dan tempat tinggal, baik alami maupun buatan manusia.

Dari sisi iklim, unsur api cenderung menghadirkan kekeringan, curah hujan yang kurang, cuaca kering, dan angin panas. Tahun Ayam Api juga rentan terhadap bencana alam dalam bentuk gempa bumi, gunung meletus, dan tanah longsong. Suhu Ong, kata Harry, juga mengingatkan risiko penyakit yang mungkin meningkat memasuki semester II 2017.


Dalam pandangan Suhu Ong, pada tahun ini Indonesia menghadapi berbagai konflik dan persoalan politis yang membutuhkan penanganan yang pasti dari pemerintah. Pemerintah mesti hati-hati terhadap kompromi politik dan taktik gerilya yang dilancarkan kelompok tertentu. Menurut Suhu Ong, pemerintah sebaiknya tidak berlindung di zona nyaman melainkan harus membuat keputusan beran yang bisa menjadi penting dalam menentukan arah negara pada tahun ini. Pengambilan keputusan yang berkepanjangan akan tidak menguntungkan.

Lalu, sektor apa yang paling menguntungkan di Tahun Ayam Api? Menurut Suhu Ong, Harry bilang, sektor yang menguntungkan di tahun ini adalah yang berkaitan dengan unsur api. Yakni, minyak kelapa sawit (CPO), bahan kimia, minyak mentah, transportasi atau logistik, pariwisata, perikanan, media, dan bisnis elektronik. Lalu, sektor pendidikan, kesehatan, hiburan, ekspor impor, supermarket, penatu, perangkat lunak (software), dan jasa konsultasi.

Sektor yang terkait dengan unsur api juga positif di tahun ini. Yakni sektor elektronik, komputer, apotek, serta saham dan perdagangan valuta asing. Lalu sektor semi konduktor, bahan bakar, amunisi, rokok, industri makanan atau restoran, dan film.

Sedangkan sektor yang berkaitan dengan unsur tanah terbilang netral pada tahun ini. Sektor tersebut antara lain teknik sipil, pertambangan, pertanian, perunggasan, konstruksi, bahan bangunan, pemakaman atau rumahsakit, dan pertanian.

Unsur logam juga termasuk netral. Misalnya pertambangan, otomotif, bank, peralatan alat berat, peralatan kesehatan, peralatan transportasi, industri komputer, industri pertahanan, dan industri internet.

Sedangkan industri yang berhubungan dengan elemen kayu diperkirakan tidak menguntungkan. Sektor industri tersebut antara lain kehutanan, komoditas agribisnis, herbal, makanan alami, industri benih, perkebunan, furnitur, pakaian, kertas, peralatan kantor, penerbitan buku dan majalah, serta sektor desain baik interior maupun eksterior.

Nah, ada berbagai saham yang masuk di sektor yang bakal menguntungkan di Tahun Ayam Api. Di industri minyak dan gas, pilihannya adalah PGAS, AKRA, dan MEDC. Di sektor perkebunan kelapa sawit, ada saham AALI, SIMP, LSIP, SGRO, TBLA, dan BWPT.

Untuk sektor pariwisata, ada saham GIAA dan PANR. Di industri media, ada saham SCMA, MNCN, BMTR, MSKY, LINK, dan VIVA. Sedangkan untuk sektor produksi makanan, ada saham UNVR, ICBP, INDF, ROTI, dan KINO.

Di sektor kesehatan, ada saham KLBF, KAEF, TSPC, dan SIDO. Sektor supermarket diwakili oleh saham MAPI, MPPA, dan RALS.Sedangkan saham di sektor transporasi dan logistik antara lain BIRD, TAXI, ASSA, SOCI, TMAS, dan WINS. Saham rokok diwakili oleh GGRM dan HMSP. Sementara sektor bahan bangunan diwakili saham CSAP.

Nah, dari berbagai sektor saham hasil penerawangan secara astrologi China tersebut, Harry bilang, Bahana menjagokan delapan saham unggulan. Saham unggulan tersebut adalah AKRA, TBLA, BWPT, dan PANR. Empat saham lainnya adalah SCMA, HMSP, ICBP, dan CSAP.

Gong Xi Fa Ca!. Semoga Tahun Baru Imlek membawa banyak rezeki dalam perdagangan saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: A.Herry Prasetyo