Delapan saham naik harga, ini daftar 10 saham LQ45 dengan PER terkecil (2 April 2018)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Suasana segar setelah liburan akhir pekan panjang ternyata membawa gairah ke Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin, 2 April 2018. Kemarin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik setinggi 51,58 poin (0,83%) ke level 6.240,57.

Kenaikan tersebut sejalan seiring dengan gerak LQ45, indeks saham di BEI  yang beranggotakan 45 saham dengan kapitalisasi pasar terbesar dan terlikuid. Naik 13,53 point menuju level 1.019,68; indeks LQ45 ditutup menghijau 0,54%.

Gerak naik konsisten IHSG dari awal perdagangan hingga penutupan bursa tidak membawa perubahan daftar penghuni daftar 10 saham LQ45 dengan nilai PER terkecil. Semua saham yang masuk daftar tersebut sehari sebelumnya masih berjejer rapi pada urutan semula.


Bumi Resources Tbk (BUMI), Indika Energy Tbk (INDY), dan Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) masih menempati tiga besar saham LQ45 dengan PER positif terkecil secara berurutan. Disusul kemudian oleh SRIL, PTBA, WSKT, ADRO, WSBP, PTPP, dan BBNI.

Kegairahan bursa saham kemarin juga tampak dari kinerja harga saham-saham LQ45. Dari 10 saham LQ45 dengan PER terkecil per 2 Aril 2018, delapan di antaranya menutup perdagangan dengan kenaikan harga.

Mereka adalah saham Bumi Resources Tbk (BUMI), Indika Energy (INDY), Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), Bukit Asam Tbk (PTBA), Waskita Karya Tbk (WSKT), Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), PP Tbk (PTPP), dan Bank BNI Tbk (BBNI).

Di luar itu hanya ada satu saham yang tidak mengalami perubahan harga, yaitu Adaro Energy Tbk (ADRO). Sisanya, satu saham juga, mengalami penurunan harga. Harga saham Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) turun tipis, dari Rp 1.780 ke Rp 1.775 per saham.

Price earning ration (PER) adalah perbandingan antara harga saham dengan laba bersih per saham. Secara umum ada anggapan bahwa semakin kecil angka PER maka semakin murah pula harga saham tersebut dibanding saham-saham lain dalam sektor usaha yang sama.

Meski demikian PER adalah gambaran kinerja di masa lalu. Tidak ada jaminan bahwa PER di masa lalu akan mencerminkan kinerja serupa di masa depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Hasbi Maulana