Delapan saham turun, ini 10 saham LQ45 dengan PER terkecil (9 November 2018)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jumat (9/11) Bursa Efek Indonesia (BEI) merah padam. Ketika bursa saham tutup lapak, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 102,65 poin (-1,72%), sebelum bertengger di angka indeks 5.874,15.

LQ45, indeks saham dengan konstituen saham-saham berkapitalisasi pasar terbesar dan terlikuid, juga longsor. Turun 24,75 poin (-2,55%), LQ45 berakhir di 931,01.

Waskita Karya Tbk (WSKT), Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), dan Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) berada di posisi tiga pertama daftar saham LQ45 dengan PER positif terkecil secara berurutan; masing-masing dengan PER 4,3 kali, 5,22 kali, dan 6 kali. Posisi selanjutnya diisi oleh INDYWSBP, LPPFAKRAADRO, PTPP, dan BBTN


Dari seluruh saham yang yang masuk dalam daftar ini, delapan saham harganya turun dari harga penutupan sebelumnya. Mereka adalah WSKT, INKP, Indika Energy Tbk (INDY), Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), AKR Korporindo Tbk (AKRA), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), dan Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

No. Kode Harga (8/11) Harga (9/11) PBV (kali) PER (kali)
1 WSKT 1.670 1.575 0,79 4,3
2 SRIL 358 360 0,99 5,22
3 INKP 11.375 11.275 1,12 6
4 INDY 2.590 2.570 0,81 6,09
5 WSBP 336 332 1,17 7,38
6 LPPF 5.200 5.275 6,18 7,72
7 AKRA 3.440 3.430 1,44 7,96
8 ADRO 1.610 1.580 0,79 8,1
9 PTPP 1.595 1.565 0,64 8,32
10 BBTN 2.410 2.350 1,07 8,33
Sumber: RTI

Adapun dua saham yang lain, yaitu SRIL dan Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik harga. 

Price earning ration (PER) adalah perbandingan antara harga saham dengan laba bersih per saham. Penurunan harga saham di bursa secara otomatis akan menurunkan pula nilai PER kalau pada saat yang sama tidak terjadi perubahan laba bersih per saham.

Secara umum ada anggapan bahwa semakin kecil angka PER maka semakin murah pula harga saham tersebut dibanding saham-saham lain dalam sektor usaha yang sama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Hasbi Maulana