Delapan sektor memicu IHSG turun 0,98%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak mampu beranjak dari zona merah hingga sesi perdagangan Senin (26/2) berakhir. Indeks acuan saham domestik ditutup turun 65,13 poin atau setara 0,98% ke level 6.554,67.

Pasar saham domestik tumbang pada awal pekan ini, setelah sepekan lalu mencatat kenaikan sekitar 0,43%. Pergerakan IHSG melawan arus bursa Asia yang mayoritas menguat pada hari ini.

Mengutip RTI, penurunan delapan sektor saham menumbangkan IHSG. Sektor keuangan dan barang konsumsi turun paling tajam, yaitu masing-masing 1,66% dan 1,33%. Hanya, perkebunan dan industri dasar yang masih menguat masing-masing 0,66% dan 0,12%. Total 211 saham ditutup melemah, berbanding 149 saham yang menguat.


Bloomberg mencatat, saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) yang turun 2,97% paling menggerus indeks dengan kontribusi 14,61 poin. Dua saham bank, yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turut membebani indeks dengan kontribusi penurunan masing-masing 12,59 poin dan 8,29 poin.

Sepanjang hari ini, investor mentransaksikan sekitar 12,66 miliar saham, dengan nilai perdagangan mencapai Rp 8,18 triliun. Pemodal asing cenderung melego saham dengan membukukan penjualan bersih alias net sell di pasar reguler senilai Rp 422,57 miliar. Di semua pasar, asing juga mencatat net sell sebesar Rp 741,21 miliar.

Saham yang paling banyak dilepas pemodal asing, antara lain PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) dengan net foreign sell terbesar yaitu mencapai Rp 262,8 miliar. Kemudian, saham BBCA dengan nilai penjualan bersih sebesar Rp 213,6 miliar, dan saham BBRI dengan net foreign sell Rp 175,2 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini