Delta Dunia Makmur (DOID) genjot kinerja operasional



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) menutup tahun 2018 dengan kinerja keuangan yang tumbuh cukup signifikan seiring meningkatnya realisasi kinerja operasional mereka. 

Dari sisi kinerja operasional, tahun ini DOID menargetkan volume pengupasan tanah penutup atau overburden removal sebanyak 380 juta bank cubic meter (BCM) hingga 420 juta BCM. “Realisasi OB pada tahun lalu 393 juta BCM,” ujar Direktur Keuangan Delta Dunia Makmur, Eddy Porwanto kepada Kontan.co.id, Jumat (12/4).

Sedangkan untuk produksi batubara, pada tahun lalu mereka membidik produksi sebanyak 45 juta-50 juta ton batubara. “Produksi batubara tahun ini tentunya lebih banyak, tapi yang penting untuk kita lebih ke volume overburden,” katanya.


Eddy belum dapat menyebutkan realisasi kinerja operasional hingga kuartal I-2019, yang terang, sambungnya, sampai saat ini capaian kinerja operasional masih sejalan dengan target yang dipasang.

Emiten anggota indeks Kompas100 ini, masih fokus untuk meningkatkan ulitisasi asset yang mereka miliki dan terus menjalankan efisiensi biaya produksi. “Kami masih fokus pada operational excellence,” imbuhnya.

Guna mencapai target pertumbuhan kinerja operasional, mereka juga menambah alat berat. Sayangnya ia enggan menyebutkan berapa jumlah alat berat yang bakal mereka beli. Yang pasti penambahan alat berat tahun ini tak sebanyak tahun 2018 lantaran kapasitas mereka sudah cukup untuk menjalankan kinerja tahun ini.

Dari sisi belanja modal, DOID menyiapkan belanja modal atau capex sebanyak US$ 100 juta yang akan diperoleh dari kas internal. Alokasi belanja modal untuk mendukung fokus bisnis perusahaan di bidang jasa pertambangan.

Manajemen mengaku kinerja keuangan mereka tak terpengaruh adanya fluktuasi harga batubara lantaran pelanggan DOID sebagian besar memproduksi batubara berkalori tinggi. Ia berharap ke depannya harga batubara akan menunjukkan perbaikan dan stabil. Eddy belum dapat berbicara banyak terkait target perolehan kontrak tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .