Delta Dunia Makmur (DOID) mengejar target kinerja operasional



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Delta Dunia Makmur Tbk menyusun strategi guna memperbaiki kinerja pada paruh kedua tahun ini.

Pasalnya, meski berhasil membukukan kenaikan pendapatan 13,23% menjadi US$ 435,35 juta pada semester I-2019, namun laba bersih mereka malah anjlok 77,73% lebih rendah jadi US$ 4,07 juta ketimbang periode yang sama 2018.

Oleh karena itu Regina Korompis, Head of Investor Relations Delta Dunia Makmur menyampaikan ada beberapa strategi yang telah manajemen lakukan, seperti meningkatkan produktivitas.


Baca Juga: Bos Duniatex pernah melego perusahaannya ke Delta Dunia Makmur (DOID)

Melalui PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), emiten bersandi DOID ini masih fokus dalam bisnis jasa penambangan batubara. Terhitung sampai Juni 2019, volume overburden removal (OB) atau lapisan tanah penutup sebanyak 191,1 juta bank cubic meter (BCM) nilai ini naik sebesar 13% ketimbang semester 1 2018.

Meningkatnya volume OB juga membuat produksi batubara mereka tumbuh 22% menjadi 24,2 metrik ton pada semester I-2019. Pada tahun ini DOID menargetkan volume OB sebanyak 380 BCM hingga 420 BCM.

Sebelumnya mereka menargetkan rerata volume OB bulanan mencapai 30 juta BCM. “Strategi yang kami lakukan meningkatkan produktivitas dengan mengoptimalkan utilisasi asset,” ujar Regina pada Kontan.co.id, Rabu (7/8).

Baca Juga: Pendapatan naik, laba bersih DOID turun 77,73%

Adapun tantangan yang DOID hadapi kini masih sama yakni ketidakpastian harga batubara ke depan. Meski demikian, ia optimis mampu mencapai target operasional yang terpasang.

Memang, sepanjang kuartal dua 2019 utilisasi DOID baru mencapai 56% atau sedikit di bawah normal lantaran adanya curah hujan yang cukup tinggi. “Kami mengharapkan utilisasi akan lebih baik pada semester kedua 2019 ini,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .