KONTAN.CO.ID - Runtuhnya mendadak sebuah platform perdagangan emas besar mengguncang kota Shenzhen di China selatan. Puluhan ribu investor ritel dilaporkan mengalami kerugian gabungan lebih dari 10 miliar yuan (sekitar US$ 1,4 miliar) atau setara dengan Rp 23,4 triliun (kurs Rp 16.770), menurut investor dan media lokal. Melansir South China Morning Post, dalam beberapa bulan terakhir, lonjakan harga emas global membuat investor ritel China berbondong-bondong ikut “demam emas”. Banyak dari mereka menaruh dana di platform perdagangan logam online bernama JWR. Masalah muncul ketika harga emas kembali melonjak dalam beberapa minggu terakhir. Banyak nasabah ramai-ramai menarik keuntungan mereka. Hal ini membuat JWR kekurangan likuiditas (uang tunai), sehingga tidak mampu memenuhi permintaan pencairan dana yang membeludak.
Demam Emas di China Picu Skandal Rp 23,4 Triliun, Platform Emas Besar Gagal Bayar
KONTAN.CO.ID - Runtuhnya mendadak sebuah platform perdagangan emas besar mengguncang kota Shenzhen di China selatan. Puluhan ribu investor ritel dilaporkan mengalami kerugian gabungan lebih dari 10 miliar yuan (sekitar US$ 1,4 miliar) atau setara dengan Rp 23,4 triliun (kurs Rp 16.770), menurut investor dan media lokal. Melansir South China Morning Post, dalam beberapa bulan terakhir, lonjakan harga emas global membuat investor ritel China berbondong-bondong ikut “demam emas”. Banyak dari mereka menaruh dana di platform perdagangan logam online bernama JWR. Masalah muncul ketika harga emas kembali melonjak dalam beberapa minggu terakhir. Banyak nasabah ramai-ramai menarik keuntungan mereka. Hal ini membuat JWR kekurangan likuiditas (uang tunai), sehingga tidak mampu memenuhi permintaan pencairan dana yang membeludak.
TAG: