Demam Emas, Pembeli dan Penjual di China Masih Borong Emas Meski Harga Cetak Rekor



KONTAN.CO.ID - BEIJING. Harga emas yang menembus rekor tertinggi sepanjang masa pekan ini mendorong lonjakan minat beli di Shanghai dan Hong Kong. Toko-toko yang menjual logam mulia dipadati pelanggan, dengan sebagian pembeli berspekulasi harga emas masih akan terus naik.

“Masih cukup banyak orang yang membeli, karena kesadaran terhadap emas adalah tren jangka panjang dan arahnya masih naik,” kata penjual emas Zhao Jinhao pada Selasa di sebuah pusat perhiasan di Shanghai.

Menurut Zhao, harga emas telah melonjak signifikan dalam beberapa dekade terakhir. “Harganya naik dari sedikit di atas 20 yuan pada 1980-an menjadi lebih dari seribu yuan sekarang, dan pergerakannya terus naik sepanjang waktu,” ujarnya.


Baca Juga: Emas Tembus Rekor, Begini Proyeksi Morgan Stanley hingga Paruh Kedua 2026

Harga emas melampaui US$ 5.100 per ons troi pada Senin, setelah melonjak sekitar 62% sepanjang 2025. Kenaikan tajam ini didorong oleh pembelian besar-besaran bank sentral yang bertujuan mengurangi ketergantungan pada dolar AS, serta permintaan kuat dari investor yang mencari aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global pada tahun pertama masa jabatan kedua Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Analis Societe Generale pada Senin memperkirakan harga emas dapat mencapai US$ 6.000 per ons troi pada akhir tahun. Mereka menyebut proyeksi tersebut masih tergolong konservatif, mengingat harga berpotensi naik lebih tinggi.

Warga Shanghai berusia 68 tahun, Wang Qiuqin, mengaku kenaikan harga yang disebutnya “gila” justru mendorongnya datang ke toko emas untuk berbelanja. “Kalau terus seperti ini, harga emas kemungkinan masih akan naik. Saya masih bisa menerima harga saat ini, jadi saya memutuskan membeli,” katanya.

Lonjakan permintaan juga terlihat di Hong Kong. Simon Littmann, manajer eksekutif Swiss Investors Corporation Limited—perusahaan perdagangan logam mulia seperti emas dan perak mengatakan bisnis pada Januari tahun ini merupakan yang terbaik sepanjang hampir 20 tahun kariernya.

“Tahun lalu mungkin merupakan tahun tersibuk kedua kami, dan tahun ini terlihat akan sangat sibuk, tetapi kami menghadapi masalah pasokan,” ujarnya. Ia menambahkan, pasokan emas batangan kecil mengalami keterlambatan akibat tingginya permintaan, sementara kilang di seluruh dunia berlomba meningkatkan produksi untuk pasar ritel.

Meski banyak pembeli tidak gentar dengan harga tinggi termasuk bank sentral China yang membeli emas setiap bulan tahun lalu kenaikan harga tetap mempengaruhi permintaan. Permintaan emas grosir di China tercatat turun 11% tahun lalu, seiring harga yang lebih mahal dan reformasi pajak yang menekan permintaan perhiasan, meski minat terhadap emas batangan dan koin investasi meningkat.

Baca Juga: Emas dan Perak Dekati Rekor Tertinggi Selasa (27/1), Permintaan Aset Aman Masih Kuat

Harga emas yang memecahkan rekor juga mendorong sebagian orang untuk menjual. Puluhan orang terlihat mengantre di luar toko emas Chong Kee di kawasan pusat bisnis Hong Kong pada Selasa, menunggu giliran menukar emas dan perak. Beberapa harus menunggu berjam-jam untuk masuk dan menimbang barang-barang seperti gelang, kalung, patung kecil, hingga emas batangan.

“Harganya pasti akan naik lagi. Kondisi masyarakat sekarang sangat kacau dan tidak stabil,” kata Cherry Tam, seorang pensiunan yang menjual beberapa perhiasan emas yang diterimanya saat pernikahan puluhan tahun lalu. “Ekonomi juga tidak begitu baik, jadi saya bisa mendapatkan uang untuk digunakan.”

Sementara itu, Dick Liu, pengrajin emas berusia 79 tahun yang telah berkecimpung di industri tersebut lebih dari 50 tahun, mengatakan ketidakpastian global akan terus memicu lonjakan permintaan emas—fenomena yang jarang ia saksikan sepanjang kariernya. “Dengan Trump seperti sekarang ini, emas akan terus naik. Tidak akan turun,” ujar dia

Selanjutnya: Ubah Nama, OJK Beri Izin Usaha PT Mitra Jasa Pratama Insurance Broker

Menarik Dibaca: Provinsi Ini Diguyur Hujan Sangat Lebat, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (28/1)