Demi Free Float, Bank Terbesar Di Jepang Ini Jual saham ADMF Di Bawah Harga Pasar
Senin, 05 Oktober 2026 06:56 WIB
Oleh: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. MUFG Bank Ltd, bank terbesar di Jepang, mengurangi kepemilikan sahamnya di PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) untuk meningkatkan porsi saham publik atau free float perseroan. Dalam keterbukaan informasi, MUFG Bank menyebut penjualan saham tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memenuhi ketentuan free float. "Penjualan sebagian saham untuk mendukung pemenuhan ketentuan free float," kata MUFG Bank dalam keterbukaan informasi yang dikutip Minggu (4/10/2026).
Dalam transaksi tersebut, MUFG Bank melepas hampir 56 juta saham ADMF atau setara 4,53% dari total saham perseroan. Saham tersebut dijual dengan harga rata-rata Rp7.800 per saham. Transaksi ini berlangsung dengan harga di bawah pasar. Pada perdagangan Jumat 2 Oktober 2026, saham ADMF ditutup di Rp 8.300 turun 0,60% atau 50 poin secara harian. Setelah transaksi, kepemilikan MUFG Bank di Adira Finance turun menjadi sekitar 177,5 juta saham. Jumlah tersebut setara dengan 14,36% dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan. MUFG Bank merupakan salah satu pemegang saham pengendali ADMF bersama PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN). Sebelum transaksi, kepemilikan saham pengendali mencapai sekitar 93,4% dari saham ADMF. Tingginya kepemilikan pengendali tersebut sebelumnya membuat porsi saham yang beredar di publik relatif terbatas. Publik tercatat menguasai sekitar 5,8% saham ADMF, sedangkan sekitar 0,79% lainnya merupakan saham treasuri hasil pembelian kembali saham. Setelah MUFG Bank melakukan divestasi sebagian saham, porsi free float ADMF meningkat menjadi sekitar 10,33%. Baca Juga: 6 Hari SBR015 Laku Rp 2,2 T, Ini Cara Investasi SBR dengan Kupon 2x Bunga Deposito Target free float ADMF Peningkatan free float tersebut sejalan dengan target manajemen Adira Finance untuk memperbesar porsi saham yang dapat diperdagangkan oleh publik. Sebelumnya, Adira Finance menargetkan free float minimal 10% dapat terpenuhi pada akhir Juni 2026. Namun, realisasi peningkatan porsi saham publik tersebut baru dilakukan setelah melewati tenggat yang sebelumnya ditargetkan. Pada awal Juli 2026, Sekretaris Perusahaan Adira Finance Veronika Dyah Puspitaningrum mengatakan perseroan masih membahas langkah peningkatan free float bersama pemegang saham pengendali. "Perseroan akan terus mengambil langkah-langkah yang dipandang perlu sesuai dengan kondisi dan kebutuhan perseroan," ujar Veronika. Tonton: Kopilot Flydubai Diduga Coba Bajak Pesawat dengan Kapak, 170 Penumpang Dievakuasi ke Arab Saudi Dampak merger Mandala Finance Kebutuhan peningkatan free float ADMF tidak terlepas dari aksi korporasi penggabungan usaha Adira Finance dengan PT Mandala Multifinance Tbk atau Mandala Finance.
Merger tersebut efektif pada 26 Juni 2025 berdasarkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam rencana aksi korporasi tersebut, Adira Finance menargetkan pemenuhan free float sebesar 10% dalam waktu satu tahun setelah merger. Setelah merger, kepemilikan saham pengendali melalui MUFG Bank dan Bank Danamon meningkat secara signifikan. Kondisi tersebut menyebabkan porsi saham yang tersedia untuk diperdagangkan publik atau free float ADMF ikut tertekan. Penjualan sebagian saham oleh MUFG Bank kini menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kembali porsi saham publik ADMF hingga berada di atas batas target 10%.
Rusia China Gelar Latihan Militer Besar, Pamer Drone Jet hingga Tank Tanpa Awak