Demi Keselamatan, Ini Tanda-Tanda & yang Perlu Anda Lakukan jika Ada Puting Beliung



MOMSMONEY.ID - Waspada ancaman angin puting beliung, yuk, kenali tanda-tandanya dan cara melindungi diri.

Baru-baru ini terjadi fenomena puting beliung yang melanda Rancaekek Sumedang. Ini membuat Moms harus waspada bencana saat cuaca ekstrem di musim pancaroba.

Lalu, apa saja tanda-tanda terjadinya angin puting beliung?


Tanda-tanda akan terjadinya puting beliung adalah udara pada malam hingga pagi hari sebelumnya terasa panas dan gerai. Kemudian, terjadi perbedaan suhu yang signifikan, lebih dari 4,5 derajat Celcius antara pagi sekitar pukul 07.00 hingga menjelang siang sekitar pukul 10.00. 

Baca Juga: 5 Makanan Korea yang Bikin Kulit Awet Muda, Coba yuk

Perbedaan suhu yang signifikan ini juga diikuti oleh penyinaran Matahari yang terik dan kondisi udara yang lembab. 

Tanda-tanda akan terjadinya puting beliung selanjutnya adalah saat menjelang siang atau setelah pukul 10.00 terbentu awan Cumulus yang berupa awan putih berlapis-lapis dan umunya disertai awan putih yang memiliki batas tepi yang sangat jelas berwarna abu-abu dan menjulang tinggi seperti kembang kol. 

Kemudian, awan Cumulus berubah warna menjadi abu-abu pekat dan sangat gelap yang dikenal dengan nama Cumulunimbus. 

Selanjutnya, tanda akan terjadinya puting beliung adalah terasa embusan angin yang kencang dan dingin. Kemudian, adanya kolom udara yang berputar dari dasar awan Cumulunimbus hingga menyentuh permukaan bumi yang disebut angin puting beliung. 

Nah, durasi kejadian angin puting beliung umumnya 3-5 menit maksimal 10 menit dengan cakupan jarak hingga 5 km. 

Baca Juga: Ini Warna Cat Dinding yang Sebaiknya Dihindari untuk Ruangan yang Menghadap Utara

Melansir PPID BMKG, dampak terjadinya angin puting beliung antara lain atap rumah beterbangan, adanya korban jiwa, kerusakan di bangunan semi permanen, dan pohon tumbang. 

Lalu, apa yang perlu dilakukan sebagai langkah mitigasi atau penyelamatan diri saat terjadi angin puting beliung?

Proses pembentukan angin puting beliung sulit dicegah, tetapi bisa dihindari saat terjadi. Berikut adalah tipsnya:

  • Khusus untuk daerah bertopografi curam/bergunung atau rawan longsor agar tetap waspada khususnya pada kejadian hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang terjadi selama beberapa hari berturut-turut. 
  • Pada daerah dataran rendah dan dekat aliran sungai, untuk mewaspadai potensi genangan/banjir. Selain itu, waspada dengan adanya pohon, reklame, atau benda lain yang bisa roboh saat terjadi angin kencang.
  • Jika kita sedang di dalam ruangan tertutup; Tutup semua pintu dan jendela dengan rapat, mematikan seluruh aliran listrik di rumah/bangunan tersebut, dan mencari tempat yang aman serta hindari di dekat pintu atau jendela.
  • Jika di luar ruangan; Jauhi tiang listrik, papan reklame atau bangunan tinggi lainnya, Hindari area lain yang berpotensi ambruk seperti jembatan atau pohon tinggi, segera cari tempat aman, duduk berlutut dan pegang area belakang kepala.
  • Jika di dalam kendaraan; Keluar dari dalam kendaraan, dan segera cari tempat berlindung seperti bangunan yang kokoh
Dengan kondisi ini, warga diimbau untuk mewaspadai bencana yang menghasilkan angin puting beliung.

Persiapan yang dilakukan guna mengantisipasi bencana saat pancaroba diantaranya adalah mengecek kondisi pohon & memangkas apabila sudah terlalu rindang /rapuh, atap rumah terutama terbuat dari bahan ringan dan lain sebagainya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Benedicta Alvinta