KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Agar bisa masuk menjadi pemegang saham perusahaan financial technologi (fintech) LinkAja, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN, anggota indeks Kompas100) tengah menjajaki mengakuisisi perusahaan modal ventura milik badan usaha milik negara (BUMN). Secara regulasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memang membatasi bank secara ketat berinvestasi pada fintech. Investasi secara langsung hanya dapat dilakukan pada fintech yang masuk dalam kategori Lembaga Jasa Keuangan. Direktur Kepatuhan BTN Mahelan Prabantarikso mengatakan, rencana akuisisi modal ventura masih dalam proses penjajakan dengan calon perusahaan. Pihaknya tengah membidik beberapa perusahaan dimana salah satunya adalah milik perusahaan BUMN.
"Akuisisi ini kami targetkan bisa rampung kuartal IV, maksimal bisa di Desember," ungkap Mahelan di Jakarta, Rabu (19/6). Mahelan tidak menyebutkan berapa dana yang disiapkan untuk mencaplok perusahaan modal ventura tersebut. Hanya yang pasti, perseroan telah menyiapkan dana Rp 1 triliun untuk melakukan ekspansi anorganik tahun ini. Sebelumnya, BTN sudah melakukan penandatangan perjanjian akuisisi perusahaan manajer investasi yakni PMN IM. Sementara Maryono, Direktur Utama BTN mengatakan, pihaknya saat ini masih fokus menyiapkan cangkang untuk bisa masuk ke perusahaan fintech, salah satunya LinkAja. Dia bilang, porsi pembagian saham di LinkAja saat ini masih belum ditetapkan sehingga dirinya belum bisa menyebutkan jumlah dana yang disiapkan untuk akuisisi perusahaan itu.