Demi Menghemat Anggaran, Selandia Baru Akan Memangkas Ribuan Pegawai Negeri



KONTAN.CO.ID - WELLINGTON. Pemerintah Selandia Baru berencana memangkas jumlah aparatur sipil negara (ASN). ASN yang berpotensi dirumahkan mencapai ribuan.

Reuters melaporkan, dalam pidato sebelum penyampaian anggaran kepada Business North Harbour, Selasa (19/5/2026), Menteri Keuangan Selandia Baru Nicola Willis mengatakan, pemerintah akan mengurangi jumlah ASN inti menjadi tidak lebih dari 55.000 karyawan pada Juli 2029.

Jumlah ini 8.700 lebih sedikit daripada Desember tahun lalu. Target tersebut akan mengembalikan jumlah ASN inti menjadi sekitar 1% dari populasi Selandia Baru. Willis menyebut jumlah tersebut sebagai norma historis.


Baca Juga: Selandia Baru Siapkan Strategi Bertahap Hadapi Risiko Pasokan Bahan Bakar, Apa Saja?

Tapi Willis juga menegaskan, pengurangan karyawan tersebut tidak akan berlaku untuk posisi guru, perawat, dokter, polisi, atau pekerja yang dipekerjakan oleh badan pemerintah.

Willis mengungkapkan, pemangkasan ini bisa menghindari pemberian insentif menjelang pemilu dari anggaran bulan ini. Koalisi partai berhaluan tengah dan kanan yang berkuasa saat ini berupaya meningkatkan kredibilitas ekonomi Selandia Baru, menjelang pemilu November mendatang.

"Dengan pemilu yang akan segera tiba, sangat menggoda untuk menawarkan bantuan pengeluaran lagi. Pemerintah kami tidak akan mengulangi kesalahan-kesalahan itu," kata Willis.

Baca Juga: Samsung dan Serikat Pekerja Kembali Berunding Hindari Aksi Mogok 18 Hari

Anggaran 28 Mei akan mengurangi sebagian besar anggaran operasional lembaga sebesar 2% pada tahun mendatang, diikuti oleh pengurangan lebih lanjut sebesar 5% pada masing-masing dua tahun berikutnya.

Dus, menurut Willis, langkah tersebut diprediksi menghasilkan penghematan sebesar NZ$2,4 miliar, sekitar Rp 24,89 triliun, selama periode perkiraan.

Willis mengatakan Selandia Baru menghadapi lingkungan global yang bergejolak, utang publik yang tinggi, dan tagihan bunga utang tahunan sekitar NZ$ 9 miliar. "Selandia Baru tidak mampu lagi mengalami pengeluaran yang gagal," kata Willis.

Pemerintah Selandia Baru pekan lalu mengatakan akan menetapkan pengeluaran operasional baru sebesar NZ$ 2,1 miliar untuk tahun 2026-2027, sekitar NZ$ 300 juta lebih rendah dari perkiraan pada Desember. Tetapi negara ini akan meningkatkan pengeluaran modal menjadi NZ$ 5,7 miliar.