Demi Menjaga Harga BBM, Vietnam Memperpanjang Penangguhan Pajak Bahan Bakar



KONTAN.CO.ID - HANOI. Vietnam memutuskan memperpanjang penangguhan pajak bahan bakar hingga akhir Juni. Sebelumnya, kebijakan tersebut hanya akan diberlakukan hingga 15 April.

Reuters melaporkan, mengutip pernyataan resmi Majelis Nasional Vietnam, Minggu (12/4/2026), kebijakan perpanjangan tersebut diambil untuk menstabilkan pasar domestik. Alasannya, perang Iran terus mengganggu pasokan.

Majelis Nasional, yang merupakan lembaga pembuat undang-undang di Vietnam, telah mengesahkan resolusi tentang penangguhan pajak perlindungan lingkungan dan pajak konsumsi khusus atas bahan bakar.


Baca Juga: Korsel Dekati Kesepakatan Impor Minyak dari Kazakhstan di Tengah Krisis Timteng

Sekadar mengingatkan, penangguhan pajak atas bahan bakar ini telah berlaku sejak akhir Maret. Kementerian Keuangan Vietnam bulan lalu mengatakan, penangguhan pajak akan mengurangi pendapatan yang masuk ke kas negara sebesar 7,2 triliun dong, atau sekitar Rp 4,67 triliun, per bulan.

Harga bahan bakar di Vietnam telah melonjak sejak perang yang diinisiasi Amerika Serikat (AS) dan Israel di Iran pada akhir Februari lalu. Menurut data dari Petrolimex, peritel bahan bakar di Vietnam, harga bensin naik 17% dan harga solar naik 70%.

Kenaikan harga bahan bakar tersebut mendorong inflasi di Vietnam meningkat pada Maret. Inflasi di periode tersebut tercatat naik 4,65% secara tahunan.

Baca Juga: Arab Saudi Sebut Kapasitas Pipa East-West Kembali Pulih Usai Diserang Iran

Kenaikan inflasi ini didorong oleh lonjakan biaya transportasi. Kondisi ini memberikan tekanan pada target Vietnam, yang berniat menjaga inflasi tetap di angka 4,5% untuk tahun ini.