SEMARANG. Perusahaan milik negara yang bergerak bidang farmasi dan alat kesehatan, PT Phapros Tbk menyediakan anggaran sebesar Rp 450 miliar untuk pembangunan pabrik baru di kawasan industri Pringapus, Kabupaten Semarang. Pembangunan pabrik diperlukan karena untuk meningkatkan kapasitas produksi. Kini, pabrik lama yang berlokasi di Jalan Simongan, Semarang, memunyai kapasitas produksi yang terbatas. Lantaran itulah, anak usaha dari PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) ini kesulitan untuk berkembang secara cepat. “Kami sediakan Rp 450 Miliar. Berdasarkan hitungan kami, itu nanti luasnya dua kali lipat dari pabrik sekarang ini,” kata Direktur Utama PT Phapros Iswanto, di Semarang, Sabtu (12/3/2016). Menurut dia, pembangunan pabrik baru nantinya akan meningkatkan produksi pembuatan obat. Proses produksi di Pabrik Simongan saat ini sejumlah 1 miliar butir tablet per tahun. Dengan pabrik baru, Phapros bisa memproduksi hingga 2 miliar tablet per tahun.
Demi pabrik baru, Phapros anggarkan Rp 450 miliar
SEMARANG. Perusahaan milik negara yang bergerak bidang farmasi dan alat kesehatan, PT Phapros Tbk menyediakan anggaran sebesar Rp 450 miliar untuk pembangunan pabrik baru di kawasan industri Pringapus, Kabupaten Semarang. Pembangunan pabrik diperlukan karena untuk meningkatkan kapasitas produksi. Kini, pabrik lama yang berlokasi di Jalan Simongan, Semarang, memunyai kapasitas produksi yang terbatas. Lantaran itulah, anak usaha dari PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) ini kesulitan untuk berkembang secara cepat. “Kami sediakan Rp 450 Miliar. Berdasarkan hitungan kami, itu nanti luasnya dua kali lipat dari pabrik sekarang ini,” kata Direktur Utama PT Phapros Iswanto, di Semarang, Sabtu (12/3/2016). Menurut dia, pembangunan pabrik baru nantinya akan meningkatkan produksi pembuatan obat. Proses produksi di Pabrik Simongan saat ini sejumlah 1 miliar butir tablet per tahun. Dengan pabrik baru, Phapros bisa memproduksi hingga 2 miliar tablet per tahun.