Demo buruh desak presiden minta maaf



JAKARTA. Ribuan buruh menggelar aksi unjuk rasa memprotes lambatnya pengesahan Rancangan Undang-undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (RUU BPJS). Dalam aksinya, massa buruh yang tergabung dalam Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS) itu membawa spanduk bertuliskan,"Sahkan RUU BPJS. Jalankan jaminan sosial untuk seluruh rakyat Indonesia sekarang juga". Kemudian, ada juga spanduk bertuliskan "Jangan main-main dengan kaum buruh. Buruh ngamuk, negara remuk". Ada juga yang membentangkan baliho besar di pagar gedung DPR bertuliskan "Sahkan RUU BPJS". Aksi massa ini meyebabkan kendaraan pribadi, bus, maupun TransJakarta terjebak macet. Alhasil, Polisi pun mengalihkan kendaraan ke arah Jalan Gerbang Pemuda, Senayan. Sementara armada bus TransJakarta dialihkan melalui jalan tol dalam kota.Selain menyerukan DPR agar menyampaikan permohonan maaf, dalam orasinya KAJS juga meminta juga mendesak agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Boediono meminta maaf atas molornya pengesahaan RUU BPJS tersebut. Hal tersebut diungkapkan Rizal Ramli yang menjadi orator dalam demonstrasi di depan Gedung DPR menuntut diundangkannya RUU BPJS."SBY dan Boediono adalah bagian dari masalah bagi bangsa, oleh karena itu harus ada perubahan secepatnya, kita kasih dulu kesempatan untuk berlebaran, biar bisa minta maaf dulu. Sudah lebaran kita turunkan," ungkap Rizal Ramli. Ia pun mengajak supaya berpuasa dengan benar dan beribadah dengan baik supaya Indonesia bisa lebih baik. "Jadi puasalah dengan benar, beribadahlah dengan benar supaya Indonesia menjadi lebih baik," ucapnya.RUU BPJS saat ini masih menjadi pembahasan aatara DPR dengan pemerintah. Seluruh fraksi di DPR sudah setuju dengan RUU tersebut, tetapi pemerintah masih meminta waktu untuk mengkaji kembali RUU tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Havid Vebri