KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gelombang demonstrasi mahasiswa dan koalisi masyarakat sipil yang berlangsung di sejumlah kota dinilai berpotensi mengganggu aktivitas usaha, terutama bagi sektor yang sangat bergantung pada mobilitas masyarakat dan akses pelanggan. Wakil Sekretaris Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Anggana Bunawan, mengatakan pelaku usaha menghormati penyampaian aspirasi sebagai bagian dari proses demokrasi. Hanya saja, aksi yang berlangsung di ruang publik tetap menuntut adanya penyesuaian operasional agar kegiatan bisnis dapat berjalan normal.
Baca Juga: Total Bangun (TOTL) Akui Pelemahan Rupiah Mulai Mengerek Biaya Material Konstruksi "Kami menghormati penyampaian aspirasi mahasiswa dan masyarakat sebagai bagian dari proses demokrasi, terutama di tengah situasi kebatinan publik yang cukup sensitif. Tentunya, penyampaian aspirasi diharapkan dapat berlangsung secara tertib, lancar, damai, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Anggana saat dihubungi Kontan, Selasa (16/6/2026). Menurut Anggana, dampak demonstrasi paling terasa pada sektor jasa dan ritel yang bergantung pada kelancaran lalu lintas orang maupun barang. Selain itu, sektor perhotelan, restoran, transportasi, perkantoran, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga perlu mengantisipasi potensi gangguan operasional. "Dari perspektif dunia usaha, pelaksanaan aksi penyampaian pendapat di ruang publik mendorong perusahaan untuk melakukan berbagai penyesuaian operasional, khususnya terkait pengaturan mobilitas pekerja, distribusi barang, serta akses pelanggan di area sekitar lokasi kegiatan," katanya. Ia menambahkan, perubahan pola lalu lintas dan pembatasan akses di sekitar lokasi aksi dapat memengaruhi arus pelanggan, distribusi logistik, hingga aktivitas pekerja. Kondisi tersebut berpotensi menekan produktivitas usaha apabila berlangsung dalam jangka waktu yang panjang. Menanggapi kondisi itu, Anggana menilai koordinasi yang baik antara pemerintah, aparat keamanan, dan penyelenggara aksi menjadi faktor penting untuk meminimalkan dampak ekonomi yang ditimbulkan.
Baca Juga: Kadin Sebut Pelemahan Rupiah Menggerus Margin Bisnis Konstruksi Menurutnya, dunia usaha membutuhkan kepastian informasi mengenai jadwal demonstrasi, ruas jalan yang terdampak, serta skenario rekayasa lalu lintas agar perusahaan dapat menyesuaikan operasional sejak dini.
"Informasi yang cepat dan jelas mengenai waktu aksi, ruas jalan yang terdampak, serta skenario pengalihan lalu lintas sangat penting. Sosialisasi yang dilakukan lebih awal akan membantu pelaku usaha, pekerja, dan masyarakat menyesuaikan jadwal, rute perjalanan, serta pola operasional sehingga seluruh kegiatan dapat tetap berjalan dengan tertib dan lancar," jelasnya. Sebagai informasi, aksi demonstrasi mahasiswa dalam beberapa hari terakhir berlangsung di sejumlah kota, seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan daerah lainnya. Aksi tersebut menyuarakan beberapa tuntutan seperti penghentian pemborosan anggaran, penurunan harga kebutuhan pokok, evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga penolakan militerisme di ranah sipil. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News