DEN: ASEAN Perlu Bangun Rantai Pasok Vaksin Regional Sebelum Pandemi Berikutnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mendorong negara-negara ASEAN memperkuat rantai pasok vaksin regional guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi pandemi di masa depan. Penguatan kapasitas produksi, harmonisasi regulasi, hingga pengembangan riset bersama dinilai penting agar akses vaksin dapat lebih cepat saat krisis kesehatan terjadi.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pengalaman pandemi Covid-19 menunjukkan pentingnya kerja sama antar negara dalam menangani ancaman kesehatan global. Menurutnya, kesiapan kawasan perlu dibangun sejak sekarang dan tidak menunggu hingga pandemi berikutnya muncul.

"Jangan dulu sampai pandemi berikutnya baru kita panik lagi. Pada saat kita masih dalam perjalanan yang belum ada pandemi, kita harus persiapkan diri," ujar Luhut dalam forum pembahasan ketahanan kesehatan kawasan, di Jakarta, Rabu (24/6/2026).


Baca Juga: Resmi, Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Bebas PPN hingga 5 Juli 2026

Menurut dia, salah satu aspek yang perlu diperkuat adalah sistem manufaktur vaksin di kawasan ASEAN. Dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 650 juta jiwa, ASEAN dinilai memiliki potensi permintaan yang cukup besar untuk mendukung pengembangan industri vaksin regional.

"Dari segi demand yang bisa diciptakan untuk vaccine manufacturing, itu penting. Bisa saja mata rantai vaccine manufacturing itu berada di masing-masing negara, tapi yang penting bagaimana kita membangun sistem vaksin yang kuat secara regional dan bisa diakses secara regional," katanya.

Selain kapasitas produksi, DEN juga menilai diperlukan kerja sama yang lebih erat di bidang regulasi. Luhut menjelaskan, vaksin maupun obat yang telah diproduksi di satu negara ASEAN perlu dapat didistribusikan dengan cepat ke negara lain ketika dibutuhkan.

Karena itu, ia mendorong adanya penguatan kerja sama antar regulator melalui skema mutual recognition agreement agar proses distribusi produk kesehatan di kawasan dapat berlangsung lebih efisien.

Baca Juga: Pemerintah Tunda Insentif Motor Listrik, Airlangga: Implementasi Paling Cepat Agustus

Di samping manufaktur dan regulasi, DEN juga menyoroti pentingnya pengembangan riset bersama dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan. Menurut Luhut, kerja sama kawasan tidak hanya mencakup produksi vaksin, tetapi juga pembangunan kemampuan penelitian dan tenaga kesehatan.

"Bukan saja diproduksinya, tapi juga joint research, membangun kapasitas dari segi research maupun dari segi SDM di dalam bentuk health workers," ujarnya.

DEN menilai berbagai agenda tersebut sebenarnya telah masuk dalam kerangka kerja sama ASEAN. Karena itu, pembahasan saat ini difokuskan pada implementasi berbagai komitmen yang telah disepakati agar kawasan memiliki kesiapan yang lebih baik menghadapi ancaman pandemi di masa mendatang.

Luhut mengingatkan bahwa dampak pandemi tidak hanya dirasakan sektor kesehatan, tetapi juga perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat. Oleh sebab itu, penguatan rantai pasok vaksin dan ketahanan kesehatan regional menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko ketika krisis kesehatan kembali terjadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News